Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Ganggu Aktivitas Pasar Induk Among Tani Kota Batu, 1.400 Tutup U-Ditch Akhirnya Disingkirkan

Zanadia Manik Fatimah • Rabu, 22 April 2026 | 19:36 WIB
DIPINDAHKAN: Tiga pekerja mengangkat tutup u-ditch yang semrawut dan mengganggu mobilitas di kawasan Pasar Induk Among Tani kemarin (21/4). ZANADIA MANIK FATIMAH/RADAR BATU
DIPINDAHKAN: Tiga pekerja mengangkat tutup u-ditch yang semrawut dan mengganggu mobilitas di kawasan Pasar Induk Among Tani kemarin (21/4). ZANADIA MANIK FATIMAH/RADAR BATU

 

BATU, RADAR BATU - Tumpukan material proyek drainase yang mengganggu aktivitas di Pasar Induk Among Tani mulai ditangani kemarin (21/4). Lebih dari 1.400 tutup u-ditch yang sebelumnya berserakan di area pasar mulai dipindahkan. Pemindahan dilakukan setelah pedagang mengeluh tumpukan material itu menghambat mobilitas pengunjung dan aktivitas jual beli.

Pembantu Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Batu Andi Kuswanto mengatakan pemindahan merupakan tindak lanjut dari teguran kepada pelaksana proyek. “Jumlahnya lebih dari 1.400 tutup u-ditch yang tersebar di beberapa titik,” ujarnya.

Baca Juga: TKA Jadi Penentu Utama SPMB 2026 di Kota Batu, Bobotnya Tertinggi Capai 35 Persen

Ia menjelaskan, koordinasi dilakukan pada 20 April dan pelaksana proyek mulai bergerak keesokan harinya. Namun, jumlah tenaga kerja masih terbatas. “Targetnya 4 sampai 5 pekerja, tetapi hari ini baru tiga orang dan mulai bekerja sekitar pukul 11.00,” katanya.

Menurut Andi, jika tenaga kerja ditambah dan pekerjaan berjalan lebih optimal dan cepat. Dia memperkirakan pemindahan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar satu pekan. Material dipindahkan ke satu titik terpusat di sekitar tempat pembuangan sementara (TPS) pasar. Langkah ini dilakukan agar area pasar kembali tertata dan tidak mengganggu aktivitas.

Baca Juga: Nilai TKA Masuk Pertimbangan SPMB, Bobot Capai 35 Persen, Jadi Variabel Penilaian Tertinggi

Sementara itu, perbaikan talang air belum bisa dilakukan bersamaan. Pelaksana proyek masih dalam proses pengadaan material perbaikan. “Informasinya masih belanja bahan untuk penambalan,” kata Andi.

Perwakilan pelaksana proyek di lapangan Huda mengakui keterbatasan tenaga kerja pada hari pertama. Dia mengaku salah satu pekerja tidak hadir. “Besok kami tambah menjadi 4 sampai 5 pekerja. Pemindahan menggunakan mobil pick up karena jaraknya dekat,” ujarnya.

Baca Juga: Pemuda Dibekuk Polisi setelah Curi 19 Keping Emas Senilai Rp 54 Juta di Sidodadi Ngantang

Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah Kota Batu Syeh Zaenal Arifin menegaskan pekerjaan dibagi dalam dua tim, yakni pemindahan material dan perbaikan talang air. Ia berharap seluruh pekerjaan, termasuk masa perbaikan dan pemeliharaan, dapat segera diselesaikan. “Targetnya maksimal minggu ini sudah tuntas,” pungkasnya. 

Editor : Fajar Andre Setiawan
#proyek pembangunan #pasar induk #Pasar Induk Among Tani #drainase