BATU - Tumpukan material perbaikan talang air bocor dan peningkatan kapasitas drainase Pasar Induk Among Tani memicu keluhan. Lebih dari enam titik tumpukan material belum dibersihkan. Di saat yang sama, tujuh titik talang dilaporkan rusak dan kembali menyebabkan kebocoran.
Material itu berupa tutup dan box culvert, pasir, serta sisa bangunan lain. Lokasinya tersebar di sejumlah sudut pasar. Kondisi ini dinilai mengganggu mobilitas dan keamanan. Baik bagi pedagang maupun pengunjung.
Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kota Batu Ferly Syahrudin membenarkan laporan tersebut. Pemerintah terus berkoordinasi dengan pengelola pasar. “Iya, ada sekitar tujuh titik talang rusak,” ujarnya.
BACA JUGA Jalur Klemuk Bakal Dihapus dari Google Maps
Ia menyebut laporan berasal dari pengelola pasar yang aktif memantau kondisi lapangan. Informasi tersebut juga mencakup dampak terhadap aktivitas perdagangan. Sejumlah pedagang mengeluhkan gangguan kenyamanan. Kebocoran talang membuat air masuk ke area kios saat hujan.
Secara administratif, pekerjaan masih menjadi tanggung jawab penyedia jasa. Proyek masih berada dalam masa pemeliharaan. Karena itu, perbaikan seharusnya dapat dilakukan tanpa penganggaran baru. Pemerintah kini terus menghubungi penyedia agar segera bertindak.
BACA JUGA Talang Pasar Among Tani Bocor Berulang, Penyedia Proyek Terancam Blacklist Pemerintah kota Batu
Jika ditelusuri, proyek ini dimulai pada Agustus 2025. Pekerjaan sempat terhenti akibat kecelakaan kerja. Proyek kembali dilanjutkan pada Oktober di tahun yang sama. Perbaikan talang selesai pada bulan yang sama, sementara drainase rampung Januari tahun ini.
Namun, kerusakan mulai muncul sejak Februari. Kondisi memburuk pada Maret, terutama saat hujan deras. Memasuki April, keluhan semakin meluas. Pemerintah menilai perbaikan tidak boleh ditunda lebih lama.
BACA JUGA Dilantik Jadi Kades Torongrejo, Takim Siap Tinggalkan Kursi Pengawas SMP Kota Batu
Di lapangan, material sisa proyek masih terlihat di berbagai titik. Di antaranya di area pintu masuk, pintu keluar, sekitar kios, dan tepi jalan pasar. Salah satu pedagang Ali Muhammad mengatakan material memang sudah dirapikan. Namun, tetap mengganggu aktivitas. “Masih seperti semula, hanya dipinggirkan,” ujarnya.
Keluhan serupa datang dari pedagang lain. Inggrid Gunawan menyebut kebocoran terjadi di area kiosnya di Zona 8 lantai dua. Lubang talang memang kecil, sekitar 1-3 sentimeter saja. Namun jumlahnya banyak dan menyebar. Akibatnya, air tetap merembes ke dalam kios saat hujan. Kondisi ini berisiko merusak barang dagangan.
Dia berharap perbaikan segera dilakukan. Selama masa pemeliharaan masih berlaku, penyedia diminta bertanggung jawab penuh. Selain itu, material sisa proyek juga diminta segera dibersihkan. Penataan pasar dinilai penting untuk menjaga kenyamanan dan kelancaran aktivitas ekonomi.
Editor : Fajar Andre Setiawan