BATU - Minat jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batu mulai bergerak, tetapi belum dari dalam. Hingga Jumat lalu (17/4), tujuh pelamar tercatat masuk dan seluruhnya berasal dari luar daerah. Wali Kota Batu Nurochman menilai kondisi ini menandai rendahnya respons awal dari birokrat internal.
Di satu sisi, fenomen tersebut sekaligus menunjukkan tingginya daya tarik jabatan pimpinan tinggi tersebut di level regional. Nurochman menyebut para pelamar datang dari berbagai wilayah. Sebagian berasal dari Jawa Timur, seperti Gresik. Selebihnya dari luar pulau, termasuk Makassar dan Papua.
BACA JUGA Masa Depan Pertanian di Tengah Gejolak Alih Fungsi Lahan (20)
“Cukup menarik karena peminat besar dari luar daerah,” ujarnya. Belum munculnya pendaftar dari internal dinilai bukan anomali. Ia menyebut faktor budaya birokrasi yang cenderung menunggu dan berhati-hati masih kuat.
“Kalau internal itu biasa, masih saling tunggu. Itu soal kebiasaan saja,” katanya. Meski begitu, ia optimistis situasi akan berubah menjelang penutupan pendaftaran pada 21 April mendatang. Menurutnya, pejabat eselon II di lingkungan pemkot kemungkinan masih menyiapkan dokumen, terutama makalah gagasan yang menjadi syarat utama seleksi.
BACA JUGA Dilantik Jadi Kades Torongrejo, Takim Siap Tinggalkan Kursi Pengawas SMP Kota Batu
Dinamika ini membuka kemungkinan kompetisi terbuka antara figur eksternal dan internal. Jika tren bertahan, peluang kursi Sekda diisi figur luar daerah kian terbuka. Publik kini menanti langkah birokrat lokal. Keputusan mereka dalam beberapa hari ke depan akan menentukan arah kepemimpinan birokrasi Kota Batu.
Editor : Fajar Andre Setiawan