BUMIAJI, RADAR BATU - Keluhan petani apel yang kian terhimpit biaya produksi akan segera direspons Pemerintah Kota (Pemkot) Batu. Pemkot memastikan akan menyurati Kementerian Pertanian untuk memperjuangkan akses pupuk subsidi bagi komoditas apel.
Komitmen itu disampaikan Wali Kota Batu Nurochman saat menghadiri panen raya di kebun apel Dusun Junggo, Desa Tulungrejo kemarin (8/4). Dalam kegiatan tersebut, Cak Nur tak hanya ikut memetik apel, tetapi juga berdialog langsung dengan petani.
BACA JUGA: Tebing 15 Meter Longsor di Payung Dua Kota Batu, Arus Lalu Lintas Sempat Tersendat Tengah Malam
Salah satu keluhan datang dari Ketua Kelompok Tani Maju 01 Suherman. Ia menegaskan semangat petani mempertahankan apel sebagai ikon Kota Batu masih tinggi. Namun, mereka terbentur mahalnya biaya produksi dan terbatasnya akses pupuk subsidi.
“Petani apel kian tercekik dengan aturan pembatasan subsidi,” ujarnya. Suherman menjelaskan regulasi Permentan Nomor 1 Tahun 2024 belum mengakomodasi kebutuhan petani hortikultura seperti apel.
Subsidi pupuk lebih difokuskan pada komoditas pangan seperti padi, jagung, dan kedelai, serta beberapa komoditas tertentu lainnya. Padahal, karakter pertanian di Kota Batu didominasi lahan kering dengan komoditas buah dan hortikultura. Kondisi ini membuat petani apel kerap berada di luar skema prioritas bantuan pemerintah pusat.
BACA JUGA: Wali Kota Nurochman Turun ke Kebun Junggo Petik Apel Bareng Petani untuk Jaga Ikon Kota Batu
Menanggapi hal tersebut, Cak Nur memastikan akan melakukan langkah konkret. Ia meminta Dinas Pertanian segera menyusun surat resmi yang ditujukan ke Kementerian Pertanian. “Harus kita sampaikan kondisi riil pertanian di Kota Batu, supaya kebijakan pusat tidak salah sasaran,” tegasnya.
Cak Nur berharap komoditas apel bisa mendapatkan porsi subsidi pupuk dan dukungan sarana produksi yang lebih adil. Mengingat apel bukan sekadar komoditas ekonomi, tetapi juga identitas Kota Batu. “Jangan sampai apel hanya tinggal jadi monumen kota,” tandasnya. (ori/dre)
Editor : Fajar Andre Setiawan