BATU, RADAR BATU - Pengisian jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batu akhirnya memasuki tahap krusial. Setelah cukup lama diisi penjabat, Pemkot Batu resmi membuka seleksi terbuka (selter) untuk posisi strategis tersebut.
Pengumuman lelang jabatan tertuang dalam nomor 800/600/PANSEL/35.79.502/2026. Pj Sekda Kota Batu Eko Suhartono memastikan proses ini telah mengantongi izin pemerintah pusat melalui persetujuan Badan Kepegawaian Nasional (BKN).
“Pendaftaran dibuka secara daring mulai 7 April hingga 21 April,” ujarnya. Seleksi terbuka ini memberi kesempatan bagi ASN se-Jawa Timur untuk bersaing. Pemkot Batu menargetkan posisi Sekda definitif sudah terisi paling lambat 5 Juni mendatang.
BACA JUGA: Lansia Asal Kota Batu Ditemukan Meninggal di Sungai Kali Putih
Standar seleksi dipatok tinggi. Pelamar minimal berpangkat Pembina Tingkat I (IV/b) serta memiliki pengalaman manajerial sekurang-kurangnya lima tahun. Selain itu, aspek integritas menjadi syarat mutlak.
Peserta diwajibkan melampirkan bukti pelaporan pajak serta LHKPN 2025. Langkah ini untuk memastikan rekam jejak keuangan calon pejabat benar-benar bersih. Tak hanya administratif, kemampuan konseptual juga diuji.
Setiap kandidat diminta menyusun makalah 8-10 halaman berisi gagasan pembangunan Kota Batu. Tahapan ini menjadi alat ukur kapasitas berpikir strategis calon sekda. “Seluruh proses gratis dan transparan. Jangan percaya pihak yang menjanjikan kelulusan,” tegas Eko.
BACA JUGA: Kejari Kota Batu Periksa Enam Saksi Dugaan Korupsi Pasar Induk Among Tani
Sementara itu, Wali Kota Batu Nurochman memberikan atensi khusus terhadap proses lelang jabatan tertinggi ASN tersebut. Dirinya menegaskan, selain memenuhi persyaratan secara administrasi, bakal calon sekda juga harus memiliki kriteria khusus.
“Tentu kami mencari figur yang cakap dan komunikatif,” ujarnya. Kriteria tersebut mencakup kecakapan normatif dalam aturan birokrasi hingga kemampuan kuat dalam mengeksekusi visi-misi pembangunan daerah.
Posisi sekda dinilai cukup vital dalam menjembatani komunikasi di internal pemerintahan. “Yang paling penting, harus mampu menerjemahkan dan merealisasikan visi-misi Mbatu Sae secara nyata," tegas politisi PKB tersebut.
Terkait peta persaingan, Cak Nur memprediksi akan banyak pejabat dari luar daerah yang tertarik melamar posisi prestisius ini. Mengingat sifat seleksi yang terbuka, tak menutup kemungkinan menjadi daya tarik tersendiri bagi para birokrat senior.
BACA JUGA: Bumiaji Disulap Jadi Wisata, Akademisi UM Sebut Menyimpang dari Tata Ruang
Namun, dia mengaku menantikan kejutan dari talenta-talenta lokal yang selama ini sudah memahami karakter wilayah. Pria asli Desa Sumberejo itu menilai banyak figur potensial di lingkungan Pemkot Batu yang secara kepangkatan dan kemampuan sudah sangat mumpuni.
Persaingan sehat antara kader internal dan eksternal diharapkan mampu melahirkan pemimpin birokrasi yang benar-benar berkualitas. (ori/dre)
Editor : Fajar Andre Setiawan