BATU - Pengawasan keselamatan transportasi di Kota Batu akan diperluas. Mulai April nanti, operasi gabungan (opsgab) ramcek tidak hanya menyasar angkutan penumpang, tetapi juga kendaraan angkutan barang.
Langkah ini diambil merespons meningkatnya kasus kecelakaan yang melibatkan kendaraan logistik. Pemeriksaan ditujukan untuk
BACA JUGA: Banjir Kembali Terjang Bumiaji, 4 Rumah Terdampak dan Akses ke Selecta Sempat Lumpuh
Sejumlah pihak akan dilibatkan dalam operasi ini. Di antaranya kepolisian, UPT P3 LLAJ Malang, Jasa Raharja, PPNS LLAJ, penguji PKB, serta internal Dishub. Jika diperlukan, Dinas Kesehatan dan Badan Narkotika Nasional juga akan turut serta.
Pemeriksaan mencakup aspek fisik kendaraan, kelengkapan administrasi, hingga kondisi kesehatan pengemudi. Langkah ini diharapkan dapat menekan risiko kecelakaan di jalan.
“Tujuannya agar potensi kecelakaan bisa diminimalkan,” kata Hari.
BACA JUGA: Tanggapi Kasus Amsal Sitepu, Kepala Kejaksaan Tinggi Sumut Sampaikan Permohonan Maaf
Koordinasi lintas instansi disebut telah berjalan rutin melalui Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FLLAJ) serta pertemuan teknis lainnya. Saat ini, pemerintah tengah mematangkan kesiapan personel dan menyusun teknis pelaksanaan.
Sejumlah titik telah dipetakan sebagai lokasi prioritas. Di antaranya Terminal Kota Batu, rest area, serta ruas jalan strategis yang kerap dilalui kendaraan logistik. Selain angkutan barang, pemeriksaan tetap mencakup angkutan penumpang.
Seluruh moda, mulai dari truk, bus, mikrobus, hingga elf akan menjadi sasaran pengawasan.
Melalui perluasan ini, pemerintah berharap standar keselamatan transportasi meningkat. Risiko kecelakaan di jalan diharapkan dapat ditekan secara lebih signifikan. (dia/dre)
Editor : Fajar Andre Setiawan