Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

2 PMI Ilegal Asal Batu Terdeteksi di Malaysia–Abu Dhabi, Terjebak Iming-Iming Gaji Tinggi dan Proses Instan

Zanadia Manik Fatimah • Selasa, 31 Maret 2026 | 13:30 WIB
URUS BERKAS: Ilustrasi Pekerja Migran mengurus berkas persiapan keberangkatan. FREEPIK
URUS BERKAS: Ilustrasi Pekerja Migran mengurus berkas persiapan keberangkatan. FREEPIK

 

BATU - Kasus pekerja migran ilegal kembali mencuat. Dua warga Kota Batu terdeteksi berangkat secara nonprosedural dan kini tengah menjalani proses pemulangan dari luar negeri.

Keduanya diketahui berada di Malaysia dan Abu Dhabi. Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Batu Mokhamad Forkan memastikan kondisi mereka dalam keadaan baik dan saat ini berada dalam perlindungan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI).

“Sekarang mereka di KBRI Malaysia dan KBRI Abu Dhabi, kondisinya sehat dan sedang diproses pemulangan,” ujarnya.

BACA JUGA Pemkot Batu Penuhi Janji, Peraih Emas Porprov Terima Beasiswa 1.000 Sarjana

Kasus ini memperlihatkan masih maraknya praktik pemberangkatan ilegal yang dipicu iming-iming proses cepat, syarat mudah, serta tawaran gaji tinggi. Banyak calon pekerja yang belum memahami prosedur resmi bekerja ke luar negeri.

Forkan menyebut masih ada anggapan keliru di masyarakat bahwa cukup memiliki paspor untuk bisa bekerja secara legal di luar negeri.

BACA JUGA Banjir Landa Bumiaji Kota Batu: Rumah Warga Terendam Lumpur, Jalan Rusak, BPBD Minta Tetap Waspada

“Padahal ada prosedur yang harus dilalui agar pekerja mendapat perlindungan hukum,” katanya.

Kasus tersebut terungkap setelah pekerja yang bersangkutan mencari bantuan ke KBRI di negara penempatan. Informasi kemudian diteruskan ke pemerintah pusat dan ditindaklanjuti oleh Disnaker Kota Batu.

BACA JUGA Pemkot Batu Salurkan Beasiswa 1.000 Sarjana, Ada 47 Mahasiswa yang Mulai Terima Manfaat

Data sementara hingga pertengahan Maret menunjukkan terdapat 13 PMI asal Kota Batu yang berangkat secara legal. Namun, temuan dua kasus ilegal ini menunjukkan celah pengawasan masih terbuka.

Editor : Fajar Andre Setiawan
#pekerja migran #PMI Jawa Timur #migran