BATU - Lonjakan wisatawan saat libur Lebaran kembali diikuti menjamurnya pedagang kaki lima (PKL) liar di Alun-Alun Kota Wisata Batu. Dalam beberapa hari terakhir, kawasan publik itu kembali dipadati lapak tak berizin yang menyalahi aturan. Seperti pantauan wartawan koran ini di lapangan kemarin (26/3), deretan gerobak menutup jalur pejalan kaki.
Lapak bongkar pasang berdiri di atas fasilitas umum. Payung-payung pedagang berjajar di sepanjang jalan dan mengganggu estetika taman kota. Kondisi ini terjadi tepat di bawah papan larangan berjualan. Bahu jalan bahkan berubah fungsi menjadi area berhenti dadakan. Sejumlah pengunjung membeli tanpa turun dari kendaraan, memicu praktik drive-thru informal.
BACA JUGA: QRIS Tembus 11,8 Juta Transaksi di Kota Batu
Situasi itu berisiko, terutama karena banyak kendaraan berhenti di tikungan. Minimnya kehadiran petugas selama hari puncak Lebaran membuat aktivitas tersebut kian leluasa. Pelaksana Tugas Kepala Satpol PP Kota Batu Fariz Pasharella mengakui fokus personel terpecah selama masa libur.
“Selama liburan, personel kami fokus di pos pengamanan, pos pelayanan, objek vital, hingga rumah dinas,” ujar Fariz. Ia menyebut fenomena ini berulang setiap musim liburan. Kawasan alun-alun menjadi titik paling rentan. Padahal, rambu larangan telah dipasang di sejumlah titik. Namun, kepatuhan pedagang dinilai masih rendah.
BACA JUGA: Destinasi Wisata Baru Mikutopia di Kota Batu Panen Jumlah Kunjungan, Begini Detailnya
Pemerintah menjanjikan penertiban dalam waktu dekat. Operasi gabungan akan dilakukan bersama instansi terkait setelah masa libur berakhir. “Mulai pekan depan kami lakukan patroli dan penertiban, termasuk PKL liar dan reklame,” pungkasnya. (ori/dre)
Editor : Fajar Andre Setiawan