BATU - Kebijakan pembatasan plastik sekali pakai di Pasar Induk Among Tani mendapat dukungan pedagang. Namun, mereka menilai diperlukan solusi nyata berupa kemasan alternatif yang praktis dan kuat.
Tutik, pedagang bunga di Zona 8, mengatakan dirinya sudah mencoba mengurangi penggunaan plastik dengan memanfaatkan bahan alami seperti daun pisang.
“Kalau bunga bisa pakai daun pisang,” ujarnya. Namun, ketersediaan daun pisang dinilai terbatas karena juga banyak digunakan untuk kebutuhan lain seperti pembungkus makanan.
BACA JUGA Pasar Induk Among Tani Batu Produksi Sampah hingga 2,5 Ton Sehari, Mayoritas Sampah Organik
Sebagai alternatif, sebagian pedagang juga mulai menggunakan kertas untuk membungkus bumbu dapur atau barang kecil.
Meski begitu, bahan tersebut dinilai belum cukup kuat untuk transaksi dalam jumlah besar. “Kalau ada bahan pengganti yang disediakan, kami ikut. Jangan hanya aturan,” kata Tutik.
BACA JUGA Produksi Keju Gunungsari Naik Dua Kali Lipat Selama Ramadan
Pendapat serupa disampaikan Sri Astuti, pedagang di Zona 7. Ia menilai penggunaan plastik masih sulit ditinggalkan, terutama untuk komoditas dengan bobot berat.
“Kalau belinya banyak, bebannya berat. Kalau bukan plastik atau tas yang kuat, sulit dibawa,” ujarnya.
BACA JUGA Minat Budidaya Ikan Rendah, Pemkot Siapkan Bantuan Rp300 Juta
Meski demikian, ia mengakui kesadaran pembeli mulai meningkat. Banyak konsumen kini membawa kantong belanja sendiri saat datang ke pasar.
Para pedagang berharap pemerintah tidak hanya mengeluarkan kebijakan, tetapi juga menyediakan alternatif kemasan yang terjangkau serta melakukan edukasi kepada masyarakat agar perubahan kebiasaan bisa berjalan lebih efektif.
Editor : Fajar Andre Setiawan