BATU - Produksi sampah di Pasar Induk Among Tani Kota Batu mencapai angka yang cukup besar, yakni hingga 2,5 ton per hari. Lonjakan timbulan sampah itu kini menjadi perhatian pemerintah daerah karena berpotensi menimbulkan persoalan kebersihan jika tidak ditangani dengan disiplin.
Plt Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskumperindag) Kota Batu Dian Fachroni Kurniawan mengatakan volume sampah pasar induk setiap hari diperkirakan berkisar antara 1,5 ton hingga 2,5 ton.
BACA JUGA Iming-iming Promo Ramadan, Penjual Online Diduga Tipu Pembeli
Menurut dia, karakter sampah di pasar induk juga berbeda dengan sampah rumah tangga karena didominasi limbah organik dari aktivitas perdagangan bahan pangan segar. “Sekitar 70 persen sampah di pasar induk merupakan sampah organik, terutama sisa sayur dan buah dari zona basah,” ujarnya.
Komposisi itu membuat penanganan sampah pasar membutuhkan pola khusus. Sebab, jika tidak segera dipilah dan dikelola, timbulan sampah organik berisiko menimbulkan bau, penumpukan, dan polemik kebersihan di kawasan pasar.
BACA JUGA Kopi Pait Promosikan Songgoriti lewat Musik
Di Pasar Induk Among Tani sendiri terdapat sekitar 2.630 kios dan los yang setiap hari menghasilkan sampah dari aktivitas jual beli. Pemerintah menilai pengelolaan sampah tidak bisa lagi dilakukan secara biasa, terutama pada masa operasional pasar yang semakin padat.
BACA JUGA Talang Bocor Dibiarkan, Pedagang Pasar Induk Pasang Plastik Secara Mandiri
Karena itu, penanganan dari tingkat sumber menjadi hal penting agar volume sampah yang dibuang ke tempat akhir bisa ditekan. Kondisi ini juga menjadi salah satu alasan pemerintah menerbitkan kebijakan baru dalam tata kelola sampah pasar. Harapannya, persoalan sampah yang sempat mencuat pada masa awal operasional pasar tidak kembali berulang.
Editor : Fajar Andre Setiawan