Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Belum Genap Dua Bulan, Ornamen Ikonik Jalan Sultan Agung Kota Batu Tumbang Diterpa Angin

Fajar Andre Setiawan • Selasa, 10 Maret 2026 | 09:09 WIB

RUSAK: Beberapa sculpture di pulau jalan Sultan Agung rusak setelah diterpa angin kencang beberapa waktu lalu.
RUSAK: Beberapa sculpture di pulau jalan Sultan Agung rusak setelah diterpa angin kencang beberapa waktu lalu.

BATU - Cuaca ekstrem yang melanda Kota Batu mulai memicu kerusakan fasilitas publik. Salah satunya menimpa ornamen ikonik di pulau Jalan Sultan Agung yang roboh setelah diterpa angin kencang dalam dua hari terakhir.

Pantauan di lokasi kemarin (9/3), patung berbentuk mawar setinggi sekitar dua meter terlihat patah dan jatuh ke tanah. Beberapa ornamen lain di sekitarnya juga mengalami kerusakan. Ada yang miring dan berpotensi ambruk.

Kerusakan ini menyita perhatian karena ornamen tersebut baru dipasang kurang dari dua bulan lalu. Patung itu menjadi bagian dari penataan estetika pulau jalan di koridor Jalan Sultan Agung.

Salah seorang petugas kebersihan di lokasi, Aminah, mengatakan kerusakan terjadi setelah angin kencang terus melanda kawasan tersebut sejak beberapa hari terakhir. “Baru rusak sekitar dua hari ini. Anginnya memang kencang terus,” ujarnya.

Ornamen tersebut sebelumnya dirancang dengan teknologi mekanik yang memungkinkan patung bergerak dan berpadu dengan lampu hias pada malam hari. Kini, seluruh sistem visual itu tidak lagi berfungsi akibat kerusakan struktur.

Pembangunan patung mawar tersebut merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang dikerjakan Jawa Timur Park Group bersama Pemkot Batu.

Manajer Marketing dan Public Relations Jawa Timur Park Group Titik S. Ariyanto mengatakan perbaikan akan segera dilakukan.

Pihaknya berjanji segera menurunkan tim teknis untuk memperbaiki struktur patung yang rusak. Upaya itu diharapkan dapat mengembalikan tampilan estetika pulau Jalan Sultan Agung yang baru direvitalisasi tahun ini.

Revitalisasi pulau jalan tersebut sebelumnya sempat menuai beragam respons dari masyarakat. Namun, teknologi visual mapping yang disematkan pada patung-patung itu sempat menarik perhatian pengunjung, terutama pada malam hari. (ori/dre)

Editor : A. Nugroho
#csr #estetika #Jawa Timur Park (Jatim Park) Group #pemkot batu