Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

31 Pohon di Berbagai Penjuru Kota Batu Tumbang dalam Semalam

Fajar Andre Setiawan • Jumat, 6 Maret 2026 | 09:20 WIB

Tim gabungan melakukan pembersihan pohon tumbang yang menutup badan jalan di Jalan Trunojoyo (Payung 1), Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu, Kota Batu, kemarin (11/12) malam.
Tim gabungan melakukan pembersihan pohon tumbang yang menutup badan jalan di Jalan Trunojoyo (Payung 1), Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu, Kota Batu, kemarin (11/12) malam.

BATU - Suasana mencekam menyelimuti wilayah Kota Batu pada Rabu malam lalu (4/3). Hujan deras disertai angin kencang menerjang tanpa ampun memicu rentetan musibah.

Tak tanggung-tanggung, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu mencatat sedikitnya 31 pohon tumbang dalam semalam.

Pohon tumbang terjadi hampir merata di berbagai penjuru kota, mulai dari jalur protokol hingga kawasan pemukiman.

Grafis Kejadian Bencana Angin Kencang di Kota Batu
Grafis Kejadian Bencana Angin Kencang di Kota Batu

Batang-batang pohon berukuran besar melintang menutupi akses jalan utama. Sebagian menimpa kabel jaringan listrik hingga putus.

Kondisi diperparah dengan padamnya aliran listrik di sejumlah titik. Akibatnya, akses transportasi lumpuh total di beberapa titik strategis.

Hal itu memaksa petugas gabungan bekerja ekstra keras di bawah guyuran hujan untuk melakukan evakuasi.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Batu Suwoko menyebut rentetan kejadian tersebut dimulai sekitar pukul 18.30.

"Kami menerima laporan pohon tumbang secara beruntun dari berbagai kecamatan, mulai dari Bumiaji hingga pusat kota di Kecamatan Batu," terangnya.

Kerusakan paling masif terjadi di Kelurahan Ngaglik dan Desa Gunungsari. Masing-masing wilayah mencatatkan 8 pohon tumbang.

Insiden paling mencekam terjadi di kawasan Kelurahan Songgokerto, tepatnya di sekitar Jalan Trunojoyo dan Jalan Melati.

Di lokasi itu, dua buah mobil pickup tertimpa batang pohon yang roboh. Beruntung, pengemudi dan penumpang kedua kendaraan tersebut selamat meski kendaraan mereka mengalami kerusakan yang cukup signifikan.

Suwoko menjelaskan tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, hingga relawan langsung bergerak cepat ke lokasi-lokasi terdampak. Fokus utama petugas adalah melakukan evakuasi pohon yang menutup akses jalan raya.

"Kami prioritaskan pembukaan jalur utama agar mobilitas warga dan kendaraan logistik tidak lumpuh total," tambahnya.

Hingga Kamis dini hari, sistem buka tutup jalur masih diberlakukan di beberapa titik seperti Jalan Panglima Sudirman dan Jalan Raya Sumberbrantas.

Petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) juga turut diterjunkan untuk membantu proses pembersihan material kayu.

Sinergi antarinstansi ini membuat akses jalan sudah bisa dilalui kembali. Angin kencang juga dilaporkan menerjang sejumlah atap rumah warga di beberapa desa dan kelurahan.

Meski demikian, Suwoko belum bisa merinci detail total kerugian materiil dan jumlah rumah yang mengalami kerusakan.

"Untuk dampak rumah tinggal, tim kami akan dilakukan kaji cepat secara menyeluruh," kata Suwoko.

Mantan Kabid Bina Marga DPUPR itu juga memberikan rekomendasi agar dinas terkait segera menindaklanjuti pembersihan sisa-sisa material pohon yang sudah dipotong.

Hal tersebut penting dilakukan agar sisa dahan tidak membahayakan pengguna jalan saat kondisi cuaca kembali memburuk.

Pembersihan sisa material rencananya akan dilakukan bersama Dinas PUPR dan DLH. Lebih lanjut, angin kencang juga berdampak pada markas Dinas Damkarmat Kota Batu pada pukul 18.15.

Kepala Bidang Pencegahan Dinas Damkarmat Kota Batu Santoso Wardoyo menyebut atap tidak sanggup menahan terpaan angin kencang hingga akhirnya roboh.

“Sebenarnya kondisi bangunan masih baik, memang anginnya sangat kencang,” katanya. Akibatnya, satu unit mobil tangga tertimpa reruntuhan material.

Sayangnya, Santoso belum dapat menyebut tingkat kerusakan akibat kejadian tersebut. Santoso mengaku masih fokus pada evakuasi bencana pohon tumbang hingga kebakaran yang dinilai lebih darurat.

Meski begitu, Santoso menghimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan. Utamanya saat berkendara di bawah guyuran hujan deras.

Mengingat cuaca ekstrem diprediksi masih akan berlangsung hingga pertengahan Maret arga diminta menghindari berteduh di bawah pohon besar atau baliho. (ori/dre)

Editor : A. Nugroho
#bpdb #kota batu #Damkarmat #pohon tumbang