Disperpusip memastikan tidak ada alokasi anggaran penambahan koleksi buku baru di Perpustakaan Kota Batu pada 2026. Kebijakan efisiensi belanja daerah membuat pengadaan buku fisik tahun ini ditiadakan. Padahal pada 2025 lalu pemkot sempat menambah sekitar 1.000 buku baru dengan anggaran Rp70 juta.
Kepala Bidang Perpustakaan Kota Batu, Ernawati Wahyuningsih, mengatakan pengadaan buku memang tidak selalu dilakukan setiap tahun. Namun, tahun ini penambahan koleksi dipastikan nihil. “Di berbagai daerah memang tidak setiap tahun ada penambahan. Di Kota Batu tahun ini tidak ada karena efisiensi,” ujarnya.
Menurut dia, koleksi yang ada saat ini masih dinilai mencukupi kebutuhan dasar pengunjung. Terlebih, penambahan terakhir dilakukan pada triwulan keempat tahun lalu sehingga sebagian koleksi masih tergolong baru. “Untuk sementara, jumlah buku yang tersedia masih dirasa cukup,” katanya.
Meski demikian, peluang penambahan koleksi belum sepenuhnya tertutup. Perpustakaan masih membuka usulan judul buku melalui kode pindai (QR code) yang dapat diakses pengunjung. Usulan tersebut berpotensi diakomodasi melalui mekanisme Perubahan Anggaran Keuangan (PAK), meski realisasinya belum dapat dipastikan.
“Masih mungkin diajukan di PAK, tetapi belum tahu bagaimana nanti keputusannya,” jelas Ernawati. Sebagai kompensasi atas tidak adanya tambahan buku fisik, layanan literasi digital diperkuat. Melalui aplikasi ePusda Kota Batu, masyarakat dapat mengakses sekitar 7.360 judul ebook serta lebih dari 2.000 buku digital secara daring.
Langkah ini menjadi strategi menjaga akses literasi di tengah keterbatasan fiskal. Namun, absennya pengadaan buku fisik tetap menjadi catatan, terutama di saat minat baca dan kualitas literasi masih menjadi pekerjaan rumah daerah. (dia/dre)
Editor : A. Nugroho