Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Hujan Deras, Plengsengan Irigasi Sepanjang 35 Meter di Bumiaji Kota Batu Ambrol

Fajar Andre Setiawan • Selasa, 3 Maret 2026 | 09:36 WIB

AMBROL: Petugas BPBD Kota Batu melakukan kajian usai ambrolnya irigasi di Jalan Kalilanang Kopi, Desa Bumiaji kemarin (2/3).
AMBROL: Petugas BPBD Kota Batu melakukan kajian usai ambrolnya irigasi di Jalan Kalilanang Kopi, Desa Bumiaji kemarin (2/3).

BUMIAJI - Intensitas hujan tinggi kembali memicu kerusakan infrastruktur di wilayah perbukitan Kota Batu. Plengsengan teknis saluran irigasi persawahan sepanjang 35 meter di Jalan Kalilanang Kopi, Dusun Binangun, Desa Bumiaji, Kecamatan Bumiaji, ambrol pada Minggu malam lalu (1/3) sekitar pukul 21.00.

Runtuhnya plengsengan dipicu meningkatnya debit air setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut. Kondisi tanah yang jenuh air membuat struktur tidak mampu menahan tekanan. Kepala Pelaksana BPBD Kota Batu Suwoko mengatakan laporan kejadian baru diterima pusat pengendalian operasi pada Senin pagi sekitar pukul 09.00.

“Petugas langsung melakukan pendataan serta memetakan dampak kerusakan di lokasi,” ujarnya. Hasil kaji cepat menunjukkan material plengsengan yang ambrol memiliki dimensi panjang sekitar 35 meter, tinggi 1,5 meter, dan ketebalan sekitar 30 sentimeter. Material runtuhan sempat menutup aliran air menuju area persawahan warga.

Meski demikian, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Namun fungsi irigasi teknis terganggu karena tertimbun material longsor. “Aliran air sempat tersumbat akibat material plengsengan yang runtuh,” jelasnya.

Saat ini BPBD bersama pemerintah Desa Bumiaji dan warga setempat berkoordinasi untuk melakukan penanganan awal. Salah satu langkah yang direkomendasikan adalah kerja bakti membersihkan material longsor agar saluran irigasi kembali berfungsi.

Suwoko juga mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan. Terutama bagi masyarakat yang beraktivitas di sekitar lereng atau saluran air. Menurut dia, kondisi tanah pascabencana biasanya masih labil dan berpotensi mengalami pergeseran. (ori/dre)

Editor : A. Nugroho
#kota batu #BPBD #plengsengan ambrol