Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Sepekan Puasa, Banyak Orang Jual Perhiasan Emas di Kota Batu

Fajar Andre Setiawan • Rabu, 25 Februari 2026 | 08:55 WIB

RAMAI: Salah satu kios perhiasan emas di Pasar Induk Among Tani diserbu masyarakat yang hendak bertransaksi jual beli kemarin (23/2).
RAMAI: Salah satu kios perhiasan emas di Pasar Induk Among Tani diserbu masyarakat yang hendak bertransaksi jual beli kemarin (23/2).

BATU - Aktivitas penjualan perhiasan emas di Pasar Induk Among Tani meningkat sejak menjelang hingga awal Ramadan tahun ini. Mayoritas transaksi didominasi warga yang menjual emas untuk memenuhi kebutuhan konsumsi selama bulan puasa.

Sejumlah pedagang mencatat sekitar 60-65 persen transaksi berupa penjualan emas oleh masyarakat. Sementara pembelian hanya berkisar 35-40 persen. Artinya, arus pelepasan aset lebih besar dibanding minat membeli.

Salah satu pedagang, Aina Sofi, mengatakan tren itu mulai terlihat ketika harga emas merangkak naik menjelang Ramadan. “Sejak harga emas naik dan mendekati puasa, yang menjual lebih banyak daripada yang membeli,” ujarnya.

Dalam sehari, rata-rata terdapat hingga 10 orang yang menjual emas, sedangkan pembeli hanya sekitar tiga sampai lima orang. Menurut Aina, mayoritas warga menjual emas untuk menutup kebutuhan belanja Ramadan yang meningkat.

Meski demikian, ia memprediksi tren akan berbalik menjelang Lebaran. Biasanya, sekitar 15-20 hari puasa, minat beli kembali naik. “Mendekati Lebaran biasanya mulai ramai pembeli lagi,” katanya.

Pedagang lain, Agung, menyampaikan hal yang sama. Ia menyebut komposisi transaksi saat ini sekitar 60 persen penjualan dan 40 persen pembelian. Pola tersebut, kata dia, hampir selalu terjadi setiap tahun.

“Setelah Lebaran, pembelian biasanya meningkat lagi,” ujarnya. Dari sisi harga, perhiasan emas 8 karat berada di kisaran Rp1,3 juta per gram, sedangkan 9 karat sekitar Rp1,45 juta per gram. Harga jual mengikuti pergerakan harga harian.

Habib, pedagang lainnya, juga mengonfirmasi penurunan minat beli. Hingga siang hari, belum banyak pembeli yang datang. “Sampai pukul 12.00 belum ada pembeli yang mampir. Yang datang kebanyakan jual,” katanya, kemarin (24/2).

Lonjakan penjualan emas ini mencerminkan strategi masyarakat memanfaatkan kenaikan harga sekaligus memenuhi kebutuhan musiman Ramadan. Namun, tren tersebut diperkirakan hanya bersifat sementara dan akan kembali normal menjelang Hari Raya Idulfitri. (dia/dre)

Editor : A. Nugroho
#perhiasan emas #kota batu #Pasar Induk Among Tani