Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Dua Calon Jamaah Haji di Kota Batu Batal Berangkat Haji 2026, Satu Jemaah Sempat Terancam Gugur karena TBC

Fajar Andre Setiawan • Kamis, 12 Februari 2026 | 09:04 WIB
SAKSAMA: Para Calon Jemaah Haji (CJH) Kota Batu menyimak pemaparan materi dalam manasik haji terintegrasi tingkat kota di Aula Al-Ikhlas kemarin Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu kemarin (9/2).
SAKSAMA: Para Calon Jemaah Haji (CJH) Kota Batu menyimak pemaparan materi dalam manasik haji terintegrasi tingkat kota di Aula Al-Ikhlas kemarin Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu kemarin (9/2).

BATU - Proses penyaringan kesehatan Calon Jemaah Haji (CJH) Kota Batu untuk musim haji 2026 berlangsung ketat. Dari total 226 jemaah final, sebelumnya ada dua yang dipastikan batal berangkat karena tidak memenuhi syarat kesehatan. Sementara satu jemaah yang sempat terancam gagal akibat tuberkulosis (TBC) akhirnya dinyatakan lolos setelah hasil tes ulang negatif.

Kepala Kementerian Haji (Kemenhaj) Kota Batu Basuki Rachmat mengatakan, dua jemaah yang batal berangkat masing-masing merupakan lansia berusia 92 tahun tanpa pendamping dan satu jemaah lain yang dinyatakan tidak istithaah karena mengalami demensia. “Dua jemaah itu tertunda keberangkatannya dan tidak bisa berangkat tahun ini karena faktor kesehatan,” ujarnya.

Menurut Basuki, penetapan istithaah kesehatan menjadi faktor penentu dalam keberangkatan haji. Terlebih pada musim haji 2026, pemerintah menerapkan standar kesehatan yang lebih ketat. Hal itu guna meminimalkan risiko selama ibadah di Arab Saudi.

Grafis Kondisi Kesehatan Calon Jemaah Haji 2026
Grafis Kondisi Kesehatan Calon Jemaah Haji 2026

Selain dua jemaah tersebut, terdapat satu jemaah lain yang nyaris gagal berangkat setelah pada pemeriksaan awal dinyatakan positif TBC.

Jika tidak ada perpanjangan waktu pelunasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH), jemaah itu dipastikan gugur dari daftar keberangkatan. Namun, kesempatan kembali terbuka setelah pemerintah memberikan perpanjangan pelunasan tahap ketiga. Jemaah tersebut melunasi BPIH pada hari terakhir, 23 Januari, sembari menjalani tes kesehatan ulang.

“Setelah tes ulang, yang bersangkutan dinyatakan negatif TBC, sehingga bisa melanjutkan proses dan insyaallah berangkat,” jelas Basuki. Ia menambahkan, TBC termasuk dalam 11 kategori penyakit yang secara tegas tidak diperkenankan untuk keberangkatan haji 2026. Aturan itu mengacu pada ketentuan terbaru.

Selain TBC, penyakit yang masuk daftar larangan antara lain gagal ginjal, gagal jantung, penyakit paru kronis, kanker stadium lanjut, stroke, gangguan jiwa berat, penyakit autoimun, epilepsi, diabetes atau hipertensi tidak terkontrol, serta kehamilan berisiko. Dari total 226 CJH yang ditetapkan berangkat, seluruhnya telah menjalani pemeriksaan kesehatan.

Sebanyak 146 jemaah menjalani pemeriksaan di fasilitas kesehatan Kota Batu, sedangkan 80 lainnya diperiksa di Kabupaten Malang sesuai domisili. “Hasil pemeriksaan secara umum menunjukkan kondisi kesehatan jemaah dalam keadaan baik dan layak berangkat. Namun tetap ditemukan beberapa gangguan kesehatan yang perlu dikontrol,” kata Basuki.

Gangguan kesehatan yang paling banyak dijumpai yakni kadar gula darah tinggi dan kolesterol. Karena itu, para jemaah diimbau menjaga kondisi fisik menjelang keberangkatan. Di antaranya dengan mengatur pola makan, berolahraga, dan membiasakan berjalan kaki. Pada musim haji tahun ini, terdapat empat jemaah lansia yang akan berangkat dengan pendamping. Satu berasal dari Kota Batu dan tiga lainnya dari Kabupaten Malang.

Terpisah, staf Kemenhaj Kota Batu Zainal Arifin menjelaskan, pemeriksaan kesehatan CJH dilakukan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan melalui puskesmas. Selain pemeriksaan medis, jemaah juga mendapat dukungan vitamin seperti vitamin C, vitamin D, zinc, vitamin B kompleks, serta suplemen lain sesuai kebutuhan.

Seluruh jemaah juga diwajibkan menjalani vaksinasi meningitis dan polio sebagai syarat penerbitan visa dan keberangkatan haji. Vaksinasi tersebut bersifat berbayar dan tidak ditanggung BPJS Kesehatan. Untuk itu, CJH harus mengurusnya secara mandiri.

Mendekati hari keberangkatan, CJH masih akan menjalani pemeriksaan kesehatan akhir di Asrama Haji Sukolilo. Pemeriksaan itu menjadi tahap akhir untuk memastikan seluruh jemaah benar-benar siap secara fisik sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci. (dia/dre)

Editor : A. Nugroho
#Kemenhaj #kota batu #tbc #cjh