BATU - Efektivitas rute program Angkutan Pelajar (Apel) Gratis dievaluasi Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batu. Evaluasi difokuskan pada akurasi data jumlah penumpang di tiap jalur yang dinilai belum sepenuhnya menggambarkan kebutuhan riil di lapangan.
Kepala Dishub Kota Batu, Susetya Herawan, mengatakan pemetaan ulang rute menjadi langkah penting agar subsidi transportasi pelajar tepat sasaran dan efisien. Ia menilai dinamika jumlah siswa di setiap jalur fluktuatif, terutama saat pergantian tahun ajaran.
“Kami perlu pelajari apakah jumlahnya berkurang atau bertambah, atau hanya bergeser karena rutenya berubah. Data ini harus akurat agar kebijakan yang diambil tidak keliru,” ujarnya. Ketidaktepatan data berpotensi memengaruhi perencanaan armada dan rute.
Ia mencontohkan kondisi di Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Batu. Pada awal tahun lalu, jumlah siswa yang dijemput di wilayah tersebut sekitar 30 orang. Namun, saat ini angkanya berubah signifikan. Bahkan mencapai 60 siswa di satu titik, sementara titik lain menurun.
Perubahan itu menuntut Dishub melakukan pemetaan ulang secara berkala. “Dengan skema ini, kami bisa menentukan apakah perlu penambahan armada atau cukup penyesuaian rute,” katanya.
Selain memetakan ulang rute, Dishub juga mengevaluasi sistem pelaporan kinerja sopir dan kehadiran siswa. Selama ini, laporan masih dilakukan secara manual dengan bukti foto. Skema itu dinilai kurang praktis dan berpotensi dimanipulasi.
Sebagai solusi, Dishub berencana mengembangkan aplikasi presensi terintegrasi yang dilengkapi fitur pelacakan global positioning system (GPS). Aplikasi tersebut akan memantau kehadiran siswa sekaligus pergerakan armada secara real time.
“Selama ini manual hanya menyertakan foto. Ke depan, kami perkuat dengan aplikasi terintegrasi sehingga ritase dan kinerja sopir bisa terpantau setiap hari dalam satu sistem,” jelas Herawan.
Rencana digitalisasi tersebut sebenarnya telah disiapkan sejak tahun lalu. Namun, keterbatasan anggaran membuat implementasinya tertunda. Dishub kini menargetkan program itu dapat direalisasikan tahun ini menyesuaikan siklus pendanaan daerah.
Herawan optimistis penguatan sistem berbasis data dan teknologi akan meningkatkan profesionalitas serta akuntabilitas layanan Apel Gratis. “Target kami, pelayanan angkutan pelajar semakin tepat sasaran, profesional, dan bisa dipertanggungjawabkan,” pungkasnya. (ori/dre)
Disunting kembali oleh Intan Nurlita Dewi
Editor : Aditya Novrian