BATU - Upaya digitalisasi layanan administrasi kependudukan di Kota Batu dihadapkan pada ancaman baru. Sejumlah situs palsu yang mencatut nama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) terdeteksi beredar di internet. Warga diminta waspada karena laman tersebut berpotensi menjadi sarana pencurian data pribadi.
Temuan itu dikonfirmasi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Batu, Aries Setiawan. Ia menyebut, tampilan situs palsu tersebut sengaja dibuat menyerupai website resmi instansi pemerintah agar mudah mengecoh masyarakat. “Setelah ditelusuri justru disinyalir sebagai kedok penipuan dan pengambilan data pribadi,” ujar Aries.
Hasil pemantauan Diskominfo menemukan sedikitnya dua domain mencurigakan. Yakni www.disdukcapilkotabatu.org dan https://disdukcapilkotabatu.com. Kedua situs tersebut mencantumkan nomor telepon (0341) 512345 serta alamat email dengan domain nonpemerintah. Hal itu bisa dipastikan bukan bagian dari layanan resmi Pemkot Batu.
Aries menegaskan, ada indikator sederhana untuk membedakan situs resmi dan palsu. Seluruh website instansi pemerintah, kata dia, wajib menggunakan domain .go.id.
“Jika tidak menggunakan akhiran .go.id, sudah pasti itu bukan situs resmi pemerintah,” tegasnya.
Sebagai langkah perlindungan, Pemkot Batu telah merilis dan menegaskan kembali daftar kanal resmi layanan administrasi kependudukan. Mulai dari website, media sosial, email, hingga call center. Masyarakat diminta hanya mengakses layanan melalui saluran yang telah diverifikasi.
Saat ini, Diskominfo bersama Dispendukcapil tengah berkoordinasi untuk melakukan penutupan (take down) terhadap situs-situs palsu tersebut. Pemkot Batu juga mengajak masyarakat berperan aktif melaporkan jika menemukan aktivitas digital mencurigakan yang mengatasnamakan layanan pemerintah. (ori/dre)
Editor : Aditya Novrian