Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Wahana Baru, Museum Angkut Hadirkan F1 lewat Simulator Balap Kelas Dunia

Aditya Novrian • Minggu, 1 Februari 2026 | 10:15 WIB
DISERBU PENGUNJUNG: Sejumlah pengunjung Museum Angkut mengantre untuk menikmati wahana baru F1 Racing Experience beberapa hari lalu.
DISERBU PENGUNJUNG: Sejumlah pengunjung Museum Angkut mengantre untuk menikmati wahana baru F1 Racing Experience beberapa hari lalu.

BATU - Demam Formula 1 (F1) di media sosial tak sekadar menjadi tontonan digital. Museum Angkut, di bawah naungan Jawa Timur Park Group, menghadirkan lini simulator balap dengan klaim spesifikasi kelas dunia. Termasuk simulator F1 pertama di Asia, untuk mengonversi euforia global menjadi daya tarik wisata konkret.

Di Museum Angkut, F1 Area sejatinya bukan barang baru. Area ini telah hadir sejak 2016 dan menjadi salah satu magnet kunjungan. Namun, memasuki 2026, pengelola melakukan pembaruan signifikan. Mulai dari sisi teknologi, konten, hingga pendekatan pengalaman.

Tujuannya untuk menyesuaikan dengan ekspektasi pengunjung yang melek simulasi balap.

Wahana utama yang menjadi sorotan adalah “F1 Racing Experience”. Wahana itu diklaim sebagai The Asia’s First Real F1 Simulator Car. Dengan biaya tambahan Rp50 ribu di luar tiket masuk, pengunjung memperoleh simulasi balap selama 10 menit menggunakan game engine versi 2025, alias pembaruan dari versi 2022 yang sebelumnya digunakan.

Simulator ini dibekali steering wheel SIMAGIC FX Pro, wheelbase Alpha EVO Pro, serta tiga layar 65 inci yang menghadirkan sudut pandang lebar. Kombinasi visual, suara, dan respons kemudi dirancang mendekati karakter kendaraan F1 sesungguhnya. Museum Angkut juga mengembangkan segmentasi pengunjung melalui Karting Simulator Kids.

Wahana ini diperuntukkan bagi anak dengan tinggi badan di bawah 150 sentimeter. Dengan tambahan Rp40 ribu, anak-anak dapat menjajal simulasi gokart di lintasan F1 selama tujuh menit atau empat lap. Itu sekaligus menjadi upaya pengenalan dini terhadap dunia balap.

Sementara itu, simulator Ferrari Training Device GT 488, Pertamina Mandalika International Circuit memperkuat narasi kebanggaan nasional. Wahana ini menyajikan pengalaman berkendara di sirkuit Mandalika menggunakan visual Ferrari 488 Challenge EVO.

Perangkatnya dilengkapi steering wheel SIMAGIC GT Neo, wheelbase MOZA Racing R5, pedal OMP GT, serta roll cage berbahan besi seamless dengan button box orisinal. “Seluruh simulator kami rancang berjenjang, menyerupai tahapan peningkatan driving skill. Mulai dari karting, GT, hingga F1,” ujar Glenn Sumendap, Pengembang F1 Area Museum Angkut sekaligus pembalap nasional Indonesia.

Menurut Glenn, pendekatan ini tak hanya berorientasi hiburan. Namun, juga edukasi dan mitigasi risiko sosial. “Kami ingin menyalurkan minat balap secara aman. Daripada balap liar di jalan, lebih baik hobi itu difasilitasi dengan teknologi yang tepat,” katanya.

Meski mengusung spesifikasi tinggi, wahana ini tetap dirancang ramah bagi pemula. Setiap simulator didampingi pemandu. Pengelola juga menyediakan penyewaan kostum balap seharga Rp20 ribu untuk kebutuhan dokumentasi pengunjung.

Tristan, pelajar SMP asal Purwokerto, mengaku sensasi yang ditawarkan berbeda dari permainan balap konvensional. “Biasanya cuma main game. Di sini rasanya seperti benar-benar duduk di mobil balap sungguhan,” ujarnya. (ori/dre)

 

Disunting kembali oleh Intan Nurlita Dewi

Editor : Aditya Novrian
#museum #museum angkut #simulator #wisata