BATU - Tumpukan sampah yang menggunung di Pasar Induk Among Tani akhirnya mulai dibersihkan. Setelah dibiarkan menumpuk berbulan-bulan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu mulai melakukan pengangkutan sejak kemarin (30/1). Pemerintah menargetkan pembersihan rampung dalam waktu tiga hari.
Armada dan alat berat dikerahkan. Pantauan di lokasi menunjukkan kondisi sampah sudah dalam tahap mengkhawatirkan. Gunungan sampah meluber hingga badan jalan. Bau busuk menyengat. Campuran sampah organik dan nonorganik telah membusuk. Air lindi terlihat mengalir ke permukaan jalan.
Kondisi itu tentu mengganggu aktivitas pedagang dan pengunjung pasar. Jupri, salah satu petugas kebersihan di lokasi, menyebut, kemungkinan sampah tidak diangkut sudah lebih dari sebulan. Sejak pagi, petugas mulai mengeruk sampah menggunakan alat berat. Namun, prosesnya tidak berjalan mulus.
Selain bau menyengat, gangguan teknis pada mesin backhoe sempat memperlambat pekerjaan. Untuk menekan dampak bau, petugas menyemprotkan cairan eco enzym dan disinfektan ke area timbunan sampah. “Kalau lancar, satu armada bisa mengangkut empat sampai lima rit per hari supaya tumpukan ini cepat berkurang,” ujarnya.
Kepala DLH Kota Batu Dian Fachroni Kurniawan menjelaskan, sampah tersebut merupakan akumulasi dari berbagai aktivitas perdagangan di kawasan pasar. Mulai dari pasar pagi, pasar induk, pasar sayur, hingga pasar unggas. Setiap hari, timbulan sampah di kawasan itu diperkirakan mencapai 1-1,5 ton.
Karena tidak tertangani dalam waktu lama, total timbunan sampah kini diperkirakan menembus angka 80 ton. Kondisi sampah yang sudah membusuk membuat pengangkutan harus menggunakan dump truck dan alat berat. “Dengan kapasitas dump truck sekitar 3-4 ton, kami butuh lebih dari 20 armada untuk menuntaskan semuanya,” kata Dian.
Dengan skema pengerahan armada tersebut, pembersihan dapat diselesaikan dalam tiga hari. Namun, sampah Pasar Induk Among Tani tidak akan dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tlekung maupun TPS3R. Dia memilih skema khusus dengan melibatkan pihak ketiga agar sistem pengelolaan sampah yang sudah berjalan tidak kelebihan beban.
“Kami siapkan jalur pengangkutan tersendiri supaya tidak mengganggu sistem eksisting,” tegas Dian, yang juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas Kepala Diskumperindag Kota Batu.
Evakuasi sampah ini diharapkan dapat memulihkan kenyamanan pedagang dan pengunjung, sekaligus menjadi peringatan keras bagi pengelolaan Pasar Induk Among Tani. (ori/dre)
Editor : Aditya Novrian