Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Produksi Stroberi Bumiaji Kota Batu Naik di Tengah Musim Hujan

Fajar Andre Setiawan • Kamis, 22 Januari 2026 | 09:42 WIB
MERAH SEGAR: Seorang pengunjung menunjukkan hasil petik stroberi di salah satu agrowisata di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji beberapa waktu lalu.
MERAH SEGAR: Seorang pengunjung menunjukkan hasil petik stroberi di salah satu agrowisata di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji beberapa waktu lalu.

BUMIAJI - Curah hujan tinggi yang hampir setiap hari mengguyur Kota Batu ternyata tak selalu menjadi ancaman bagi sektor pertanian. Di Kecamatan Bumiaji, produksi stroberi justru mengalami peningkatan signifikan di tengah musim hujan. Kenaikan terjadi baik dari sisi kuantitas maupun ukuran buah.

Kondisi itu berbanding terbalik dengan tren tahunan yang biasanya diwarnai penurunan hasil panen. Yeni, pemilik kebun stroberi di Kecamatan Bumiaji, menyebut pasokan stroberi saat ini tergolong melimpah dengan harga stabil. Menurutnya, hujan yang turun secara konsisten memberikan suplai air alami yang cukup bagi tanaman tanpa perlu penyiraman tambahan.

“Alhamdulillah stok melimpah, harga juga masih normal,” ujarnya. Ia mengungkapkan, tanaman stroberi dinilai mendapat asupan air yang ideal. Dampaknya, kualitas buah membaik. Ukuran stroberi cenderung lebih besar dibandingkan periode normal. Bahkan lebih besar dari ibu jari orang dewasa.

Dia menilai ini menjadi rezeki. Sebab, biasanya musim hujan stok menurun. Peningkatan produksi juga diikuti lonjakan kunjungan wisata ke kebun stroberi yang dikelola sebagai agrowisata. Pada libur panjang akhir pekan lalu, jumlah pengunjung meningkat signifikan. Yeni mencatat kunjungan bisa menembus hingga 400 orang per hari. “Full terus,” katanya.

Kondisi serupa disampaikan Agus, pemilik kebun stroberi lainnya di Bumiaji. Ia mengakui produksi di kebunnya juga meningkat. Berdasarkan pantauan di lapangan, banyak buah yang telah matang dan siap panen. Agus menilai keberhasilan tersebut tidak lepas dari penyesuaian varietas bibit dengan karakter iklim dan suhu setempat.

“Kami memang selektif memilih bibit yang lebih cocok dengan iklim di sini,” ujarnya. Dengan produksi yang melimpah dan minat wisatawan yang tetap tinggi, petani stroberi di Bumiaji kini berada dalam situasi yang relatif menguntungkan. Harga stroberi pun masih stabil, yakni sekitar Rp40 ribu per kilogram untuk kualitas premium.

Kondisi ini menjadi anomali positif di tengah musim hujan. Selain itu, kondisi ini juga menunjukkan adaptasi bibit dan pengelolaan kebun yang tepat mampu mengubah tantangan cuaca menjadi peluang ekonomi bagi petani. (dia/dre)

Editor : Aditya Novrian
#Bumiaji #wisata petik strawberry #kota batu #stroberi