BATU - Kecelakaan tunggal kembali terjadi di Jalan Ir Soekarno, Kecamatan Junrejo, Senin malam lalu (19/1). Sebuah mobil pikap menabrak median jalan. Insiden itu menambah daftar panjang peristiwa serupa di ruas tersebut yang kerap dikeluhkan rawan kecelakaan.
Kendaraan Isuzu Panther bernomor polisi AG 9392 AJ itu melaju dari arah timur menuju Kota Batu sebelum akhirnya menghantam pembatas jalan sekitar pukul 19.40. Diduga, pengemudi kehilangan kendali akibat keterbatasan pandangan dan tidak menyadari keberadaan median.
Mobil pikap milik Rifai, 50, warga Kota Malang, mengalami kerusakan cukup parah. Bagian depan kendaraan ringsek, lampu kanan pecah, dan kaca depan pengemudi hancur. Polisi tiba di lokasi sekitar 20 menit setelah kejadian.
Saat itu, Rifai mengemudi bersama istrinya, Siti Nursyuhada, 65, serta mertuanya, Juminah, 73. Dalam kondisi lalu lintas padat, ia berniat menyalip kendaraan di depannya dari sisi kanan. “Saya kaget, karena kondisinya agak remang. Tidak kelihatan kalau ada median jalan,” ujar Rifai kepada petugas di lokasi kejadian.
Berdasarkan keterangan pengemudi, kendaraan melaju dengan kecepatan di atas 50 kilometer per jam. Jarak pandang yang terbatas membuat upaya pengereman tidak sempat dilakukan hingga tabrakan tak terhindarkan. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden itu. Namun, ketiga penumpang mengalami luka ringan di bagian wajah akibat serpihan kaca.
Petugas Piket Unit Gakkum Satlantas Polres Batu, Saifudin Zuhry, mengatakan pihaknya melakukan penahanan sementara identitas pengemudi dan surat kendaraan sebagai bagian dari prosedur penanganan kecelakaan.
“Karena ini menyangkut fasilitas umum milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur, kami perlu memastikan ada tidaknya kerusakan pada median jalan,” ujarnya. Apabila ditemukan kerusakan fasilitas umum, pemilik kendaraan diwajibkan mengganti kerugian.
Besaran ganti rugi masih menunggu koordinasi dengan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur. Zuhry mengungkapkan, kecelakaan menabrak median di lokasi tersebut bukan kejadian pertama.
Dalam setahun terakhir, tercatat sedikitnya tiga hingga empat insiden serupa. “Penyebabnya beragam. Mulai dari pengemudi mengantuk, pengaruh alkohol, hingga tidak mengenali struktur jalan,” katanya.
Padahal, sejumlah langkah mitigasi telah dilakukan. Di antaranya pemasangan lampu peringatan dan traffic cone. Namun, efektivitasnya dinilai belum optimal. “Kami akan evaluasi kembali bersama Pemprov Jatim. Perlu langkah yang lebih tegas dan masif agar kecelakaan di titik ini tidak terus berulang,” tandasnya. (ori/dre)
Editor : Aditya Novrian