Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Harga Kambing Lokal di Kota Batu Terjun Bebas

Fajar Andre Setiawan • Rabu, 21 Januari 2026 | 09:29 WIB
BERAKTIVITAS: Salah seorang peternak asal Kelurahan Temas, Kecamatan Batu memberi makan kambing miliknya beberapa hari lalu.
BERAKTIVITAS: Salah seorang peternak asal Kelurahan Temas, Kecamatan Batu memberi makan kambing miliknya beberapa hari lalu.

BATU - Harga kambing lokal di Kota Batu anjlok tajam dalam beberapa bulan terakhir. Di tingkat peternak, penurunan harga mencapai 25-50 persen dibandingkan kondisi normal. Lesunya permintaan pasar, ditambah derasnya pasokan daging kambing impor, disebut menjadi faktor utama yang menekan harga.

Supriadi, peternak kambing asal Kelurahan Temas, Kecamatan Batu, mengatakan harga kambing yang sebelumnya stabil di kisaran Rp2-3 juta per ekor kini merosot hingga sekitar Rp1,5 juta. Kondisi tersebut sudah ia rasakan sejak akhir tahun lalu. “Dulu normalnya Rp2-3 juta. Sekarang di peternak paling Rp1,5 juta,” ujarnya.

Dengan harga yang belum kunjung membaik, Supriadi memilih menahan penjualan kambing-kambingnya. Ia berharap permintaan meningkat menjelang Iduladha. Sebab, momentum itu biasanya diikuti lonjakan transaksi hewan ternak. “Kalau sekarang dijual, risikonya rugi. Kami tunggu saja mendekati Iduladha, semoga ada perbaikan harga,” imbuhnya.

Peternak yang memelihara sekitar 25 ekor kambing itu mengaku usia hewan ternaknya beragam. Mulai satu bulan hingga hampir dua tahun. Beberapa di antaranya sebenarnya sudah masuk usia layak jual. Namun, ketidakpastian harga membuat peternak harus ekstra berhitung agar biaya perawatan tidak berujung kerugian.

Meski ada opsi penjualan langsung ke konsumen tanpa perantara, Supriadi mengakui jalur pengepul masih menjadi pilihan utama karena lebih praktis. Namun di sisi lain, skema ini juga membuat posisi tawar peternak relatif lemah ketika harga jatuh.

Keluhan serupa disampaikan Heriyanto, peternak kambing asal Desa Sumbergondo, Kecamatan Bumiaji. Pemilik ratusan ekor kambing itu menilai kondisi pasar saat ini sangat menekan peternak skala kecil maupun menengah. “Harganya bisa dibilang hancur. Dari Rp2 juta sekarang hanya sekitar Rp1,1 juta,” kata Heriyanto.

Menurutnya, penurunan harga lebih dipicu lesunya daya beli masyarakat. Sementara biaya pakan dan operasional kandang terus berjalan. Situasi ini membuat margin peternak semakin tipis. “Biaya tetap keluar setiap hari. Kalau harga seperti ini, ya berat,” ujarnya.

Seperti peternak lainnya, Heriyanto juga memilih menahan penjualan sambil berharap ada perbaikan harga dalam waktu dekat. Ia menilai tanpa intervensi pasar atau perbaikan rantai distribusi, peternak lokal akan terus berada pada posisi rentan di tengah fluktuasi harga dan persaingan dengan produk impor. (dia/dre)

Editor : Aditya Novrian
#harga kambing #kota batu #harga anjlok