BATU - Tahapan pengisian Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) untuk Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 resmi dimulai kemarin (5/1). Namun, sekolah-sekolah menengah atas di Kota Batu belum langsung melakukan input data. Fokus utama saat ini masih pada penetapan siswa eligible.
Hal itu menyusul perubahan skema pemeringkatan tahun ini. Salah satunya dilakukan SMA Negeri 2 Batu. Sekolah tersebut masih menyelesaikan pemetaan siswa eligible sebelum masuk ke tahap pengisian PDSS. Dari total peserta didik kelas XII, kuota eligible ditetapkan sebesar 40 persen atau sekitar 139 siswa.
“Untuk saat ini kami masih fokus pada pemeringkatan siswa eligible. Itu menjadi fondasi sebelum PDSS diisi,” ujar Kepala SMA Negeri 2 Batu, Wartono. Berbeda dari tahun sebelumnya, penetapan siswa eligible tahun ini tidak lagi dilakukan berdasarkan kuota per kelas, melainkan secara paralel lintas kelas mengacu total nilai rata-rata tertinggi.
Menurut Wartono, skema lama dinilai berpotensi menimbulkan ketimpangan dan konflik. Perbedaan capaian akademik antarkelas bisa mempersempit peluang siswa berprestasi hanya karena terhambat kuota kelas. “Kalau kuota per kelas, bisa muncul ketidakadilan. Ada kelas dengan rata-rata tinggi tapi kuotanya terbatas. Itu rawan protes,” tegasnya.
Dengan sistem paralel, kata dia, 40 persen siswa terbaik secara akademik akan ditetapkan sebagai eligible tanpa melihat asal kelas. Proses pemeringkatan dilakukan secara transparan dan terverifikasi. Pengumuman siswa eligible dijadwalkan pada Rabu mendatang (7/1).
Pada hari yang sama, sekolah juga akan meminta siswa eligible langsung membuat akun Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB). Setelah itu, sekolah akan mengebut proses input nilai ke PDSS. “Peran siswa penting. Mereka harus mengecek dan mengoreksi nilai sebelum difinalisasi,” ujarnya.
Wartono menekankan, tahapan pengisian PDSS menjadi fase krusial. Kesalahan input berpotensi menggugurkan peluang siswa di jalur SNBP. Karena itu, sinergi antara sekolah dan siswa akan diperketat untuk meminimalkan kesalahan administrasi. Ia menargetkan finalisasi PDSS rampung sebelum 12 Januari.
Tujuannya agar siswa masih memiliki waktu untuk menyiapkan diri menghadapi tahapan berikutnya, termasuk registrasi akun Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) untuk Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT). “Kami juga berkewajiban memberi arahan realistis terkait peluang diterima di perguruan tinggi pilihan,” tambahnya.
Hal senada disampaikan Kepala SMA Negeri 1 Batu, Anto Dwi Cahyono. Sekolahnya juga belum memulai pengisian PDSS karena masih dalam tahap pemetaan siswa eligible.
“Masih berproses. Kami menunggu hasil pemeringkatan selesai,” katanya.
Anto menambahkan tidak ada target waktu khusus dari Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Malang-Batu terkait pengisian PDSS. Seluruh proses diserahkan pada kesiapan masing-masing sekolah.
“Pengisian nilai PDSS biasanya membutuhkan waktu sekitar satu minggu,” ujarnya.
Sebagai informasi, pengisian PDSS dijadwalkan berlangsung hingga 2 Februari 2026. Sementara itu, registrasi akun SNPMB bagi siswa eligible dibuka hingga 26 Januari. Adapun pendaftaran SNBP akan berlangsung pada 3-18 Februari mendatang. (ori/dre)
Editor : Aditya Novrian