BATU - Ketersediaan beras di Kota Batu dipastikan aman hingga melewati libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Perum Bulog Cabang Malang menyatakan stok beras di wilayah kerjanya dalam kondisi surplus. Pasokan mencapai 10,4 ribu ton hingga akhir tahun.
Wakil Kepala Bulog Malang Muhammad Maulana mengatakan total cadangan beras di wilayah Malang Raya dan Pasuruan saat ini mencapai sekitar 52 ribu ton. Dari jumlah tersebut, sekitar 20 persen dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan Kota Batu.
“Artinya, stok beras di Kota Batu berada di kisaran 10,4 ribu ton,” ujarnya. Jumlah tersebut dinilai lebih dari cukup jika dibandingkan dengan tingkat konsumsi masyarakat. Selama Nataru, kebutuhan beras di Kota Batu diperkirakan mencapai sekitar 323,68 ton per pekan.
Dengan asumsi itu, cadangan beras yang tersedia jauh melampaui kebutuhan jangka pendek. Maulana menyebut stok yang ada tidak hanya mencukupi kebutuhan akhir tahun, tetapi juga berpotensi menopang kebutuhan hingga awal tahun 2026.
Bahkan, ketersediaan beras diproyeksikan semakin menguat seiring masuknya musim panen raya pada Februari mendatang. “Panen raya nanti akan kami serap dari petani lokal Malang Raya,” katanya.
Bulog menargetkan penyerapan beras pada panen raya minimal setara dengan cadangan saat ini. Jika terealisasi, tambahan stok beras diperkirakan kembali mencapai sekitar 10,4 ribu ton.
Untuk mendukung serapan petani, Bulog menetapkan harga pembelian gabah kering panen (GKP) sebesar Rp6,5 ribu per kilogram. Namun, Maulana mengakui kondisi cuaca menjadi salah satu tantangan yang dapat mempengaruhi kualitas dan kuantitas hasil panen.
Dari sisi harga, Bulog memastikan stabilitas tetap terjaga. Harga eceran tertinggi (HET) beras medium ditetapkan sebesar Rp12,5 ribu per kilogram, sedangkan beras premium Rp14,9 ribu per kilogram.
“Dengan stok yang aman, kami optimistis harga beras tetap stabil meski memasuki periode libur panjang,” tegasnya. Dengan kondisi tersebut, Bulog mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian berlebihan. (ori/dre)
Editor : A. Nugroho