Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Pemerintah Kota Batu Berkomitmen Fokus Tangani Stunting dan TBC

Fajar Andre Setiawan • Kamis, 18 Desember 2025 | 18:34 WIB
BERI SAMBUTAN: Wali Kota Batu Nurochman memberikan arahan kepada audiens dalam kegiatan Puncak Hari Kesehatan Nasional ke-61 di Gedung Graha Pancasila kemarin (17/12).
BERI SAMBUTAN: Wali Kota Batu Nurochman memberikan arahan kepada audiens dalam kegiatan Puncak Hari Kesehatan Nasional ke-61 di Gedung Graha Pancasila kemarin (17/12).

BATU - Rangkaian kegiatan peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-61 akhirnya berakhir di Gedung Graha Pancasila kemarin (17/12). Menutup kegiatan, Dinas Kesehatan (Dinkes) memaparkan dua poin penting. Yakni mengenai atensi terhadap penurunan angka stunting dan penangananpenyebaran TBC di Kota Batu.

Berdasarkan analisis situasi balita stunting di Kota Batu menunjukkan prevalensi yang fluktuatif. Tahun 2024 lalu, tercatat sebesar 24,5 persen. Kemudian menurun drastis pada 2025 menjadi 10,25 persen. Hal itu menunjukkan capaian positif selama setahun terakhir.

Kepala Dinkes Kota Batu Aditya Prasaja menjelaskan ada berbagai faktor pemicu stunting berdasarkan analisis kesehatan. Salah satunya bayi yang memiliki berat lahir rendah (BBLR) menyumbang sekitar 10 persen dari populasi stunting. Kemudian, infeksi berulang juga memicu stunting sebesar 30 persen.

“Sementara paling besar sekitar 60 persen disumbang anak yang lahir normal,” ungkapnya. Dirinya menilai sejauh ini program terlalu fokus mengurus anak yang stunting saja. Sedangkan, anak sehat cenderung tidak mendapatkan perhatian terkait pemenuhan gizinya. 

“Ini menjadi evaluasi ke depannya, bagaimana keseimbangan perhatian itu bisa lebih merata,” katanya. Orang tua memiliki peran penting dalam memberikan suplai gizi pada anak. Kerja sama antara orang tua dan pemerintah memiliki andil besar dalam penurunan angka stunting tahun depan.

Selain stunting, Adit menyebut, penularan penyakit TBC juga menjadi perhatian serius. Saat ini, Pemkot Batu sudah membentuk satgas penanganan TBC. “Satgas sudah melaksanakan aktivitas mulai dari mengawal hingga proses penyembuhan penyintas,” ujarnya.

Penyembuhan TBC saat ini sudah mencapai 100 persen. Namun, pekerjaan rumah (PR) pemerintah yang tersisa yakni mencegah penularan dan mendorong kesadaran masyarakat. Apalagi, gejala TBC tidak ada ciri khusus sehingga masyarakat menjadi kurang aware.

“Penderita TBC ini harusnya mendapat pendampingan penuh selama enam bulan,” imbuhnya. Di samping itu, penderita perlu menerapkan kedisplinan diri dalam menjalani pengobatan. Termasuk mengkonsumsi obat secara rutin.

Lebih lanjut, Wali Kota Batu Nurochman menilai pembentukan tim satgas TBC menjadi langkah strategis pemberantasan TBC. Dirinya berkomitmen untuk menggerakkan tenaga kesehatan yang mampu menangani baik di tingkat puskesmas maupun polindes.

“Masyarakat tidak perlu takut atau alergi obat. Apalagi menganggap TBC itu aib,” tuturnya. Sehingga, pengobatan bisa berjalan lancar dan penularan bisa ditekan. Kampanye bahaya penularan juga perlu diinformasikan lebih masif agar kesadaran masyarakat meningkat. (ori/dre)

Editor : A. Nugroho
#bblr #dinkes #kota batu #tbc