Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Sampah Natal dan Tahun Baru di Kota Batu Diprediksi Capai 140 Ton Per Hari

Fajar Andre Setiawan • Kamis, 11 Desember 2025 | 17:01 WIB
Grafis Prediksi Lonjakan Sampah Libur Nataru
Grafis Prediksi Lonjakan Sampah Libur Nataru

BATU - Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) diprediksi bakal kembali menguji kesiapan Kota Batu dalam pengelolaan sampah. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) memperkirakan volume sampah harian akan melonjak hingga 140 ton per hari. Jumlahnya meningkat signifikan dari rata-rata harian sekitar 120 ton.

Kepala DLH Kota Batu Dian Fachroni Kurniawan menyebut proyeksi tersebut mengacu pada pola kenaikan sampah akhir pekan yang mencapai 50-70 persen. “Kenaikan tertinggi berasal dari 21 ruas jalan protokol yang setiap hari disisir petugas,” ujarnya.

Pada hari normal, sampah hasil total volume sampah dari 21 ruas jalan protokol sekitar 30 ton. Namun, saat Nataru jumlahnya bisa melonjak hingga 50 ton per hari. Terutama di titik-titik dekat objek wisata seperti Alun-Alun Kota Wisata Batu.

Selain kawasan jalan protokol, desa dan kelurahan juga menyumbang kenaikan timbulan sampah. Untuk itu, DLH menyiapkan sejumlah langkah antisipasi. Salah satunya memastikan seluruh unit insinerator di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tlekung berfungsi maksimal.

“Pembakaran pasti lebih besar daripada hari biasa. Kesiapan alat menjadi kunci,” jelas Dian.

Saat ini Kota Batu mengoperasikan tiga insinerator di TPA Tlekung dengan kapasitas total 23 ton per hari. Selain itu, insinerator milik TPS3R Dadaprejo dan Sisir juga akan dioptimalkan dengan kemampuan pengolahan tambahan hingga 15 ton per hari.

Pihaknya juga memaksimalkan pengolahan sampah organik melalui big composter. Kapasitas big composter eksisting, baru mencapai 5 ton per hari. Kapasitasnya jauh di bawah kebutuhan ideal yakni 15 ton. “Kami sedang finalisasi pembangunan big composter tahap dua yang akan menutup kekurangan kapasitas,” kata Dian.

Alat baru itu ditargetkan mulai beroperasi bulan ini. Dian memprediksi proporsi sampah Nataru akan sama seperti biasanya yakni 60 persen merupakan sampah organik dan 40 persen sampah anorganik dan residu. Big composter tambahan diharapkan mengurangi beban insinerator dan mempercepat pengolahan sampah menjadi kompos.

Selain memaksimalkan sarana di TPA, Dian juga bakal memperkuat penanganan sampah berbasis desa dan kelurahan. Sebanyak 16 rumah kompos ditargetkan rampung bulan ini untuk membantu pengolahan sampah organik dari sumbernya.

Dian menegaskan kesiapsiagaan petugas kebersihan alias pasukan kuning menjadi bagian penting dalam menghadapi lonjakan sampah. Petugas kebersihan saat ini sedang mengikuti pelatihan pengoperasian insinerator dan big composter. “Tujuannya agar sampah yang masuk bisa langsung diproses hari itu juga,” katanya.

Dengan kesiapan sarana, prasarana, serta personel, dia optimistis pengelolaan sampah selama libur Nataru tetap terkendali. Namun, lonjakan wisatawan tetap menjadi tantangan yang membuat tata kelola kebersihan Kota Batu bekerja ekstra. (ori/dre)

Editor : A. Nugroho
#DLH #kota batu #tpa #nataru