Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

57 Madrasah Diniyah di Kota Batu Terima Bantuan Operasional Daerah Rp 1,6 M

Fajar Andre Setiawan • Selasa, 9 Desember 2025 | 15:43 WIB
TERSALURKAN: Wali Kota Batu Nurochman menyerahkan Bosda Madin kepada salah satu pondok pesantren di The Singhasari Hotel and Resort Batu kemarin (8/12).
TERSALURKAN: Wali Kota Batu Nurochman menyerahkan Bosda Madin kepada salah satu pondok pesantren di The Singhasari Hotel and Resort Batu kemarin (8/12).

BATU - Sebanyak 57 Madrasah Diniyah (Madin) di Kota Batu menerima Bantuan Operasional Daerah (Bosda) senilai total Rp1,6 miliar. Penyaluran dilakukan secara simbolis oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Batu di The Singhasari Hotel and Resort kemarin (8/12).

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu M. Chori menjelaskan Bosda Madin rutin disalurkan pada akhir tahun anggaran. Bantuan diberikan untuk dua jenjang yakni ula (setara SD) dan wustho (setara SMP). Rinciannya 40 lembaga jenjang ula dan 17 lembaga jenjang wustho.

“Dana ini dialokasikan bagi tenaga pendidik atau ustadz dan para santri,” ujarnya. Tahun ini, Bosda diterima 228 tenaga pendidik. Terdiri atas 170 ustadz jenjang ula dan 58 ustadz jenjang wustho.

Adapun jumlah penerima dari unsur santri mencapai 3.724 orang yakni 2.760 santri ula dan 964 santri wustho. Untuk tenaga pendidik, Bosda dihitung sebesar Rp300 ribu per orang per bulan dengan total penyaluran Rp786 juta.

Sementara bantuan bagi santri dibedakan berdasarkan jenjang yakni Rp15 ribu per santri ula dan Rp25 ribu per santri wustho. Sehingga, totalnya mencapai Rp820,8 juta. “Jika dijumlahkan, nilai Bosda Madin tahun ini sekitar Rp1,6 miliar,” tutur Chori.

Ia menjelaskan pendanaan Bosda Madin bersumber dari APBD Pemkot Batu dan Pemprov Jawa Timur. Masing-masing menanggung 50 persen atau sekitar Rp800 juta. Bantuan tersebut digunakan untuk menunjang operasional pendidikan, seperti penyediaan ATK, listrik, air, hingga kebutuhan rapat.

“Tidak boleh dipakai untuk rehab besar atau pembangunan ruang baru,” tegasnya. Selain Bosda, Pemkot Batu juga menyalurkan insentif bagi tenaga pendidik keagamaan yang tersebar di berbagai lembaga pendidikan nonformal. “Ini bagian dari komitmen pemerintah untuk mendukung pendidikan keagamaan di Kota Batu,” kata Chori.

Wali Kota Batu Nurochman berkomitmen untuk pemerataan bantuan pendidikan pada seluruh lembaga. Baik pendidikan formal maupun nonformal. Termasuk keberadaan Madin. Pria yang akrab disapa Cak Nur itu menyebut sektor pendidikan tidak akan terimbas di tengah gencarnya efisiensi yang dilakukan.

Sehingga, bisa dipastikan anggaran bantuan operasional akan tetap disalurkan sesuai kebutuhan sekolah. Bagi Cak Nur, pemberian bantuan operasional tidak hanya meringankan beban anggaran sekolah. Namun, lebih jauh meningkatkan mutu pendidikan di segala level. “Pendanaan ini merupakan bentuk investasi jangka panjang dalam membentuk sumber daya manusia (SDM) yang unggul di masa yang akan datang,” pungkas dia. (ori/dre)

Editor : A. Nugroho
#bosda #pemkot #madin #batu