BATU - Car Free Day (CFD) MBatu Sae tak lagi sekadar menjadi ruang olahraga dan rekreasi. Kegiatan mingguan ini juga berkembang menjadi wadah edukasi seni. Khususnya bagi anak-anak. Salah satu yang menyedot perhatian pengunjung yakni lapak mewarnai yang setiap pekan dipadati keluarga.
Ulva Niamah, pengunjung yang kemarin membawa keponakannya, menyebut layanan mewarnai di CFD menjadi alternatif kegiatan kreatif bagi anak. “Biasanya kegiatan seperti ini hanya ada di pasar malam. Ternyata, di CFD jauh lebih nyaman dan terjangkau,” ujar lulusan Pendidikan Seni Rupa Universitas Negeri Malang itu.
Menurutnya, aktivitas mewarnai melatih motorik halus sekaligus mengenalkan dasar-dasar seni rupa kepada anak. Anak-anak tampak antusias memenuhi lapak. Keponakan Ulva, misalnya, berkonsentrasi memberi warna pada gambar karakter yang sudah disediakan. Dengan tarif Rp15 ribu, anak-anak sudah bisa mewarnai di tempat.
Pemilik lapak sudah menyediakan cat dan hasil karyanya bisa dibawa pulang. Tak hanya anak-anak, aktivitas ini juga diminati remaja dan orang dewasa. Syahla Tabina, pengunjung lain, menyebut mewarnai menjadi sarana melepas penat setelah seminggu penuh aktivitas. “Kegiatan ini bikin lebih rileks.Kegiatan mewarnai bisa memberi energi positif,” tuturnya.
Ia mengaku mulai tertarik setelah melihat temannya mengikuti kegiatan serupa. Pantauan di lokasi, lapak mewarnai tersebut tak pernah sepi. Banyak keluarga memanfaatkan momen CFD untuk melakukan aktivitas bersama. Suasana yang terbuka dan santai membuat kegiatan seni ini semakin diminati.
Kepala Bidang UMKM Diskumperindag Kota Batu Endrayoni Sasmito menyebut CFD MBatu Sae memang dirancang menjadi ruang bertumbuh bagi UMKM. Termasuk usaha layanan kreatif seperti mewarnai. “Selama tidak melanggar aturan, kami mendukung penuh pelaku usaha untuk hadir di CFD,” pungkasnya. (dia/dre)
Editor : A. Nugroho