Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Enam Koperasi Merah Putih di Kota Batu Terganjal Lahan

Fajar Andre Setiawan • Rabu, 3 Desember 2025 | 16:44 WIB
Grafis Jumlah Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Kota Batu
Grafis Jumlah Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Kota Batu

BATU - Pembangunan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kota Batu masih menemui sejumlah kendala. Hingga akhir tahun ini, baru empat koperasi yang siap dibangun. Yakni KDKMP Bumiaji, KDKMP Sumberejo, KDKMP Torongrejo, dan KDKMP Oro-Oro Ombo. Sementara, ada enam koperasi yang terganjal lahan dan sisanya belum siap.

Enam KDMP yang tidak memiliki lahan yakni KDKMP Temas, KDKMP Ngaglik, KDKMP Songgokerto, KDKMP Sumberbrantas, KDKMP Punten, dan KDKMP Pesanggarahan. Beberapa titik lain masih dalam tahap verifikasi. 

Menurut data Dinas Koperasi Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskumperindag) Kota Batu, ada lima KDKMP yang sudah mulai beroperasi. Yakni KDKMP Dadaprejo, KDKMP Bumiaji, KDKMP Sisir, KDKMP Bulukerto, dan KDKMP Pendem.

“Itu pun masih menggunakan aset desa. Ada yang memanfaatkan bangunan bekas balai desa,” terang Aries Setiawan, Kepala Diskumperindag Kota Batu. Dia menyebut ada beberapa kendala dalam persiapan lahan.

Contohnya di Kelurahan Ngaglik, kawasan di sana padat penduduk sehingga tidak ada lahan kosong atau aset desa yang bisa dimanfaatkan. Sebab, lokasi lahan harus strategis. Misalnya, tidak berada di kawasan rawan bencana dan memiliki kualitas tanah yang stabil.

Hal itu membuat Desa Sumberbrantas yang berada di lereng pegunungan menghadapi kendala serius. “Kemudian di Desa Songgokerto juga memiliki kontur jalan yang bahaya untuk keperluan logistik,” jelasnya.

Mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu itu menyebut sejauh ini hanya empat lokasi yang sudah diverifikasi dan memenuhi spesifikasi. Yakni KDKMP Bumiaji, KDKMP Sumberejo, KDKMP Torongrejo, dan KDKMP Oro-Oro Ombo.

“Pembangunan KDKMP Torongrejo sudah dimulai pekan ini, diawali perataan lahan,” sebut Aries. Meski ada yang sudah beroperasi, KDKMP Bulukerto juga mengalami kendala lahan. Padahal operasionalnya sudah dimulai sejak 1 bulan yang lalu. 

Kepala Desa Bulukerto Suhermawan mengatakan masih menggunakan aset desa yang sudah tidak terpakai. “Kami jual berbagai macam sembako seperti beras, minyak, air mineral, dan sebagainya,” terangnya.

Suhermawan mengaku rutin menyuplai toko-toko kelontong di kawasan Desa Bulukerto. Sehingga, operasionalnya berjalan cukup efektif. Meski begitu, dia menilai pembangunan KDKMP di lahan yang baru masih belum dilakukan karena sejumlah persoalan.

“Kami sudah mempersiapkan tanah kas desa seluas 2.000 meter persegi,” jelas Mawan. Lahan 1.000 meter persegi di antaranya akan digunakan sebagai budidaya lele yang berasal dari bantuan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI.

Hasil budidaya itu nantinya akan dijadikan unit usaha dalam KDKMP. Sementara itu, 1.000 meter persegi lainnya masih disewa masyarakat untuk bertani. Sehingga, perataan lahan tidak bisa segera dilakukan lantaran menunggu masa panen tiba.

Di tanah itu, nantinya akan dibuat sebanyak enam gerai yang menjual berbagai macam sembako. Mawan mengaku sejauh ini tak sekadar kesulitan dalam persiapan lahan. Namun, juga menggaet sumber daya manusia (SDM) baru yang akan bergabung dengan KDKMP.

“Sementara waktu kami masih memanfaatkan anggota koperasi lama. Kami masih persiapkan juga untuk edukasi calon anggota baru,” pungkas dia. (ori/dre)

Editor : A. Nugroho
#DLH #Diskumperindag #kota batu #KDKMP