BATU - Bantuan santunan kematian dan beasiswa pendidikan senilai Rp300 juta tuntas disalurkan kemarin (2/11). Santunan dan bantuan itu diberikan kepada tiga keluarga. Penyerahan itu dilakukan langsung Wali Kota didampingi Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kota Batu.
Penerima bantuan terbesar yakni keluarga almarhumah Siti Khoirun Nisak. Ia adalah seorang guru TPQ Al-Ikhlas II Punten, Kecamatan Bumiaji. Total bantuan yang diterima mencapai Rp216 juta terdiri atas santunan kematian dan beasiswa pendidikan bagi dua anak almarhumah.
“Saya harap bantuan ini bisa membantu menuntaskan pendidikan anak-anak sampai perguruan tinggi,” ujar Nurochman, Wali Kota Batu. Santunan juga diberikan kepada keluarga almarhum Suwaji, petugas keagamaan Dusun Gempol, Desa Punten.
Nominal bantuan yang diberikan sebesar Rp42 juta. Pria yang akrab disapa Cak Nur itu berpesan agar uang itu bisa dimanfaatkan sebaik mungkin. “Kalau dipakai modal usaha nggih langkung sae (ya lebih baik),” pesannya.
Terakhir, santunan diserahkan kepada keluarga almarhum Tariono Suntari, guru keagamaan di Dusun Segundu, Desa Sumbergondo, Kecamatan Bumiaji. Ahli waris menerima bantuan sebesar Rp42 juta sebagai dukungan awal pemulihan ekonomi keluarga.
Pria asli Sumberejo itu menegaskan komitmen Pemkot Batu dalam memperkuat pelindungan jaminan sosial bagi seluruh warga. Terutama bagi mereka yang bekerja di sektor keagamaan serta layanan masyarakat.
Kolaborasi dengan BPJS Ketenagakerjaan disebut akan terus ditingkatkan. “Tujuannya untuk memastikan manfaat perlindungan sosial dapat dirasakan merata dan lebih luas lagi,” pungkasnya. (dia/dre)
Editor : A. Nugroho