BATU - Momen libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) tahun ini menjadi harapan terakhir objek wisata di Kota Batu untuk panen wisatawan. Pasalnya, angka kunjungan sepanjang tahun ini jeblok. Dinas Pariwisata (Disparta) menarget 1,1 juta wisatawan yang berkunjung ke Kota Batu selama momen Nataru nanti. Estimasi angka kunjungan per hari mencapai 40-70 ribu.
Target kunjungan wisata selama Desember tahun ini lebih tinggi dari 2024 lalu yang hanya 1 juta saja. Kepala Disparta Kota Batu Onny Ardianto menilai angka tersebut masih raisonal. Sebab, ada beberapa objek wisata baru yang hadir saat momen Nataru. Salah satunya florawisata di Desa Tulungrejo, Kecamtan Bumiaji.
“Selain itu, objek wisata legendaris juga menambah beberapa wahana baru yang bisa menarik kunjungan wisata,” terangnya. Kendati begitu, Onny tak menampik adanya kekhawatiran mengenai fluktuasi angka kunjungan wisata tahun ini. Apalagi melihat tren liburan long weekend sudah banyak mengalami pergeseran.
“Hingga bulan ini saja, angka kunjungan masih 4,6 juta wisatawan saja,” paparnya. Padahal, 2024 lalu angka kunjungan wisata hingga akhir tahun menyentuh 10,8 juta orang. Jumlahnya meningkat jika dibandingkan 2023 lalu yang hanya 10,1 juta saja. Artinya, angka kunjungan wisata tahun ini anjlok mencapai 50 persen lebih.
Salah satu faktor merosotnya angka kunjungan wisata, kata Onny, karena imbas dari kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat. Secara tidak langsung, itu membuat daya beli masyarakat melemah. “Itulah mengapa semakin jarang orang pergi berwisata, termasuk di momen high season,” tuturnya.
Maka dari itu, wajar bila angka kunjungan tidak mengalami kenaikan signifikan meski libur panjang. Wisatawan cenderung memilih berwisata di dekat tempat asalnya karena mempertimbangkan budget yang ada. Sebab, mayoritas penyumbang angka kunjungan wisata berasal dari masyarakat luar daerah.
“Alasan lainnya, maraknya objek wisata yang tidak disiplin dan rutin melapor,” tegasnya. Itu menyebabkan grafik kunjungan wisata tidak bisa dipantau secara real time. Untuk itu, dirinya akan meluncurkan inovasi perhitungan angka kunjungan dengan sistem online. Yakni melalui mobile data positioning (MDP).
Menurut Onny, pendeteksian langsung dilakukan melalui gadget wisatawan sehingga bisa lebih akurat. Sebab, sistem tersebut secara otomatis mendeteksi wisatawan yang masuk ke Kota Batu sekaligus asal daerahnya. Melalui skema itu, sistem juga secara otomatis mengkurasi warga lokal yang tak terhitung sebagai wisatawan.
“Namun, kami tetap akan meminta laporan kunjungan wisata dari objek wisata,” katanya. Dengan dua skema penghitungan sekaligus, angka pelaporan bisa terhitung secara cepat, akurat, dan dapat melakukan evaluasi apabila ditemukan selisih kurang atau lebih. Penghitungan MDP akan diuji coba bulan ini agar bisa langsung diopersikan saat Nataru.
Mantan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) itu akan melakukan monitoring di seluruh destinasi wisata. Khususnya bagi objek daya tarik wisata (ODTW) buatan dan alam. “Dari segi wahana juga harus dicek kualitasnya terlebih sekarang musim hujan. Kalau ada temuan masalah, bisa dilakukan rekomendasi perbaikan,” ujarnya.
Untuk objek wisata alam, dirinya fokus terhadap keamanan dan keselamatan pengunjung. Misalnya ketersediaan rambu jalur evakuasi, titik kumpul, hingga kualitas alat pengaman wahana alam terutama yang ekstrem. Jika tidak ada aral, seluruh proses itu akan dimulai awal bulan Desember mendatang.
Terpisah, Manager Marketing and Public Relations Jawa Timur Park (JTP) Group Titik S Ariyanto mengatakan persiapan telah dilakukan di seluruh destinasi. Mulai dari dekorasi Nataru hingga penambahan wahana baru. “Seperti kehadiran Virtual Immersive Park (VIP) dan metaverse di Jawa Timur Park 2 dan Jurrasic Sky Ride di JTP 3,” jelasnya.
Selain itu, hiburan tambahan juga tengah disiapkan khusus untuk momen Nataru. Seperti dancer hingga hadiah bagi para pengunjung. Meski begitu, dirinya tak menampik adanya penurunan angka kunjungan tahun ini. “Diperkirakan penurunan angka kunjungan menyentuh 30 persen,” pungkasnya. (ori/dre)
Editor : A. Nugroho