Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Kualitas Panen Stroberi di Kota Batu Mulai Membaik

Fajar Andre Setiawan • Jumat, 28 November 2025 | 16:02 WIB
RAMAI: Kawasan wisata petik stroberi di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji tetap banyak dikunjungi wisatawan di hari biasa beberapa hari lalu.
RAMAI: Kawasan wisata petik stroberi di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji tetap banyak dikunjungi wisatawan di hari biasa beberapa hari lalu.

BATU - Kualitas dan kuantitas panen stroberi di Kota Batu mulai membaik. Sebelumnya, hasil panen menyentuh angka 50 kilogram per dua minggu sekali. Padahal normalnya di angka 100 kilogram. Sementara, saat ini jumlah panen mulai merangkak naik yakni 70 kilogram. Kualitasnya pun lebih baik dibandingkan Oktober lalu.

Sebelumnya, petani stroberi di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji banyak yang membusuk dan ukurannya lebih kecil. Beruntung kini jumlah stroberi busuk mulai menurun drastis. “Saat ini lebih baik, yang busuk berkurang. Meski tetap ada, tapi tidak sebanyak sebelumnya,” ujar Yeni Rahmawati, pemilik kebun wisata petik stroberi. 

Dia menyebut ukuran buah juga sudah lebih baik, tidak sekecil sebelumnya. Begitupun warnanya sudah kembali merah merona. Kendati masih ada yang berwarna putih pucat. Yeni menambahkan perbaikan ini terjadi karena intensitas hujan di wilayah Bumiaji sudah tidak setinggi sebelumnya.

Perempuan asal Kecamatan Bumiaji itu menuturkan meski belum memasuki masa liburan, tingkat kunjungan wisatawan tetap stabil. Kondisi ini diharapkan bisa bertahan agar stok untuk wisata petik stroberi dan penjualan kemasan tetap terpenuhi. “Semoga stabil terus, jadi pengunjung yang datang bisa menikmati buah dengan kualitas terbaik,” pungkasnya.

Terpisah, pemilik petik stroberi bonkopi Agus menyebut saat ini berbeda dengan situasi beberapa waktu lalu. Saat hujan deras melanda hampir setiap hari, stroberi mengalami peningkatan risiko busuk dan gugur. Oktober lalu, jumlah buah rusak meningkat signifikan. Hal itu memaksa para pemilik kebun melakukan penyortiran ketat setiap pagi.

Produksi pun sempat menurun bahkan ukuran buah banyak yang mengecil. Itu juga menyebabkan kebun ditutup lebih cepat. Misalnya saat buah matang dan siap panen sudah habis di siang hari. “Otomatis tutup dan perlu waktu untuk mencapai masa panen lagi,” pungkasnya. (dia/dre)

Editor : A. Nugroho
#petik strawberry #desa tulungrejo #kota batu #wisata