BATU - Tantangan kekurangan guru di sekolah negeri Kota Batu bakal semakin nyata tahun depan. Pasalnya, akan ada 52 guru yang memasuki purnatugas. Jumlahnya lebih banyak daripada tahun ini yang hanya 49 guru pensiun. Sebanyak 52 guru purnatugas tahun depan terdiri atas 35 guru SD dan 17 guru SMP.
Saat ini, jumlah guru negeri tercatat 840 orang di jenjang SD dan 539 orang di jenjang SMP baik yang berstatus ASN maupun non-ASN. Namun, realitas di lapangan menunjukkan adanya kekurangan sebanyak 63 guru terdiri atas 47 di jenjang SMP dan 16 di jenjang SD. Disdik kini mulai merancang skema darurat untuk menjaga kelancaran proses pembelajaran.
Kepala Seksi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) SMP Disdik Kota Batu Rafika Ismawati mengatakan pensiun memberi kontribusi besar terhadap kekosongan posisi guru. “Tahun ini 15 guru SMP negeri purna tugas sedangkan tahun depan diperkirakan 17 guru lagi. Akibatnya, kebutuhan guru di tingkat SMP terus meningkat,” ujarnya.
Untuk meredam dampak, dia akan menerapkan mekanisme rangkap tugas. Yakni guru di sekolah dengan siswa sedikit diberi beban mengajar tambahan di beberapa sekolah lain. Rafika menjelaskan beban kerja guru diatur dalam Permendikdasmen Nomor 11 Tahun 2025. Beban ideal guru minimal 24 jam dan maksimal 37 jam per minggu.
Rafika menilai skema merangkap masih memungkinkan meski menambah beban kerja. Praktik ini sudah diterapkan di SMP Negeri Satu Atap (Satap) dan SMP Negeri 7 Batu. Ketidakmerataan distribusi guru juga tampak pada beberapa mata pelajaran (mapel). Misalnya, guru mapel matematika dan Bahasa Indonesia mengalami kelebihan.
Sementara guru Pendidikan Agama Islam (PAI), Bimbingan Konseling (BK), dan Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) tercatat minim tenaga. Dia mengaku akan menyalurkan kelebihan guru mapel untuk menutup kekosongan. Namun, langkah itu otomati akan memperbesar beban mengajar guru pengantar.
Sementara itu, Kepala Seksi PTK SD Disdik Kota Batu Lendy Herdipuma menilai kebutuhan guru pada umumnya masih relatif ideal. Namun, beberapa kepala sekolah yang akan pensiun bakal menyebabkan potensi rangkap jabatan yakni sebagai guru dan kepala sekolah. “Jadi posisinya nanti tidak sekadar mengajar tetapi juga manajerial,” kata Lendy.
Tahun ini tercatat 34 guru SD pensiun sedangkan tahun depan diperkirakan naik menjadi 35 orang. Otomatis hal itu akan menambah potensi defisit tenaga guru di Kota Batu. Dia menegaskan solusi jangka pendeknya redistribusi beban dan penguatan merangkap. Namun langkah ini bukan penyelesaian jangka panjang.
“Kebutuhan rekrutmen terencana, formasi pengangkatan, serta penguatan pipeline guru muda perlu segera disusun agar mutu pembelajaran tidak terdampak,” pungkasnya.
Editor : Aditya Novrian