Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Program Makan Bergizi Gratis di Batu Belum Optimal, Baru 8 dari 21 Dapur SPPG Baru Beroperasi

Aditya Novrian • Senin, 24 November 2025 | 20:39 WIB
MAKANAN BERGIZI: Petugas dapur SPPG Sulaiman Al Hajj, Kelurahan Dadaprejo, menata makanan beberapa waktu lalu.
MAKANAN BERGIZI: Petugas dapur SPPG Sulaiman Al Hajj, Kelurahan Dadaprejo, menata makanan beberapa waktu lalu.

BATU - Implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Batu belum berjalan optimal. Hingga kini, baru delapan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi. Angkanya jauh di bawah kebutuhan ideal untuk menyuplai makanan bergizi bagi seluruh pelajar.

 

Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto menargetkan 12 dapur SPPG aktif hingga akhir tahun ini. Dari jumlah tersebut, delapan dapur telah berdiri sejak Oktober. Sementara, empat lainnya masih menunggu persetujuan Badan Gizi Nasional (BGN). “Empat dapur tambahan itu masih dalam tahap pembangunan dan diharapkan beroperasi bulan depan,” ujarnya.

 

Setiap dapur SPPG kini melayani 2.000-3.000 anak sedangkan total pelajar di Kota Batu mencapai 30 ribu. Artinya, perlu 21 titik SPPG agar MBG dapat menjangkau semua siswa di seluruh satuan pendidikan. Kekurangan ini membuat banyak sekolah belum terlayani secara penuh.

 

Heli mengimbau masyarakat atau pihak swasta yang memiliki lahan dan memenuhi syarat sebagai tempat operasional SPPG agar segera mengajukan pendirian dapur ke Badan Gizi Nasional (BGN). Menurutnya, respons publik terhadap MBG sangat positif dan semakin banyak pihak yang ingin terlibat.

 

“Banyak masyarakat yang belum kebagian dan berharap segera mendapatkan layanan MBG,” katanya. Pihaknya menargetkan 21 dapur SPPG dapat beroperasi pada 2026, terutama pada semester pertama. Untuk mengejar target itu, dia berkomitmen mempercepat seluruh proses administratif, mulai dari pendataan, pemantauan, hingga perizinan.

 

Heli mengatakan percepatan legalitas dapur telah diinstruksikan kepada Dinas Kesehatan dan Dinas Penanaman Modal serta Pelayanan Terpadu Satu Pintu. Termasuk dalam proses penerbitan Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS). “Ini bentuk dukungan penuh daerah terhadap Proyek Strategis Nasional,” tegasnya.

Editor : Aditya Novrian
#MBG tidak berjalan optimal #batu #Banyak siswa yang tidak kebagian MBG