BATU – Penganugerahan Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan aktivis buruh Marsinah sebagai pahlawan nasional disambut gembira oleh Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Kota Batu. Sebagai wujud rasa syukur, Fraksi PKB menggelar tasyakuran penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada tiga tokoh besar asal Jawa Timur di kantor Ketua DPRD Kota Batu, Jumat, (14/11).
Ketua Fraksi PKB DPRD Kota Batu, M Hasan Abdillah mengatakan kegiatan tersebut diawali dengan pembacaan tahlil dan pemotongan tumpeng. “Tiga tokoh dari Jawa Timur tersebut memiliki sanad yang kuat dengan PKB,” katanya. Sehingga hal ini menjadi kebanggaan dan pengingat tentang perjuangan mereka dalam memperjuangkan kebenaran.
Hasan menegaskan bahwa tiga Pahlawan Nasional dari Jawa Timur tersebut memiliki keterikatan emosional serta nilai-nilai perjuangan yang sangat dekat dengan PKB.
Syaikhona Kholil, ulama kharismatik dari Bangkalan, Madura, dikenal luas sebagai “Bapak Pesantren” dan guru besar para kiai di Nusantara. Perannya dalam membangun tradisi keilmuan Islam menjadi fondasi utama perkembangan pesantren di Indonesia. Sedangkan Gus Dur, Presiden ke-4 Republik Indonesia, tokoh pluralisme, sekaligus pendiri PKB, juga menempati posisi istimewa di hati para kader.
Sementara itu, Marsinah, seorang aktivis buruh, dipandang sebagai simbol keberanian dan keadilan bagi pekerja. Perjuangannya menegakkan hak-hak buruh terus menjadi inspirasi bagi PKB dalam membela kelompok yang rentan.
“Penetapan Mbah Kholil sebagai Pahlawan Nasional merupakan kebahagiaan yang sangat berarti bagi PKB. Begitu pula Gus Dur—pendiri sejati PKB, ketua umum pertama, dan guru bangsa—karena itu wajar jika kami menyambutnya dengan rasa syukur dan suka cita,” ujar Hasan.
Ketua DPRD Kota Batu, H. M. Didik Subiyanto, turut menyampaikan apresiasi atas penganugerahan gelar tersebut. Ia juga berterima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas keputusan yang dinilainya sangat tepat.
Menurutnya, ketiga tokoh ini membawa pesan perjuangan yang berbeda, namun semuanya bermuara pada nilai inti yang sama: keberanian, pengabdian, dan keberpihakan kepada rakyat.
“Tasyakuran ini menjadi kesempatan bagi kami untuk kembali meneguhkan komitmen agar tetap setia menjalankan amanat partai,” kata Didik.
FPKB berharap kegiatan tasyakuran ini dapat menjadi dorongan bagi masyarakat luas untuk meneladani semangat perjuangan Syaikhona Kholil, Gus Dur, dan Marsinah—tiga sosok yang mengukir sejarah melalui jalur perjuangan masing-masing, mulai dari pengembangan keilmuan pesantren, pembelaan terhadap demokrasi dan pluralisme, hingga keberanian memperjuangkan hak-hak kaum buruh.
“Ketiga tokoh ini layak dijadikan teladan. Semangat mereka tetap relevan sepanjang masa, baik dalam bidang ilmu, kepemimpinan, maupun perjuangannya,” pungkasnya.(*)
Editor : Kholid Amrullah