BATU – Warga RT 041 RW 006 Dusun Krajan, Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji gotong royong membangun tanggul darurat setelah luapan air irigasi membanjiri jalan raya pada Senin lalu (3/11). Akibatnya, aktivitas warga dan pengguna jalan sempat terganggu. Pembangunan tanggul darurat sekaligus untuk mencegah luapan susulan.
Kepala Desa Giripurno, Suntoro menjelaskan luapan terjadi karena pembongkaran bekas gedung balai desa lama. Ada saluran irigasi di sana yang dilakukan pelebaran. Sebelumnya, gedung tersebut berdiri di tepi saluran irigasi. Setelah bangunan itu dibersihkan, area di tepi sungai belum memiliki tanggul permanen. Itulah mengapa air bisa meluap ke jalan.
Ia menambahkan panjang irigasi yang meluap sekitar 22 meter. Ke depan pelebaran akan dilakukan dari 1,5 meter menjadi 2 meter. Suntoro mengaku sudah berkoordinasi dengan DPUPR dan BPBD. Perbaikan dilakukan dengan pembangunan tanggul permanen dan pemasangan plengsengan.
“Semoga bisa dilakukan tahun ini. Kalau belum bisa akan kami usulkan tahun depan menggunakan Alokasi Dana Desa (ADD),” lanjutnya.
Sementara itu, Kasi Kedaruratan BPBD Kota Batu, Doddy Faturrachman mengatakan luapan air memang karena proses perbaikan saluran yang sedang berjalan. Ada sedikit bagian yang gempal di dinding salurannya sehingga air meluap. “Kami sudah salurkan bantuan berupa terpal dan karung untuk membuat tanggul,” ungkapnya.
Pembangunan tanggul darurat sudah dilakukan sejak Selasa lalu (4/11) dan rampung kemarin (5/11). Pemerintah desa bersama warga menata karung berisi tanah di sepanjang titik rawan untuk menahan luapan air sementara waktu. Selain itu, juga dipasang papan kayu atau triplek dengan ketebalan sedang. (dia/dre)
Editor : A. Nugroho