BATU - Pengerjaan fisik Unit Layanan Disabilitas (ULD) Kota Batu di bekas gedung SD Negeri Sisir 2 kerap terhambat hujan deras beberapa hari terakhir. Proyek rehabilitasi yang dimulai sejak 14 Oktober itu kini sering terhenti karena kondisi cuaca.
Salah satu pekerja, Qowim, mengatakan hujan membuat pekerjaan berisiko Terutama untuk pengerjaan bagian atap yang memerlukan alat yang menggunakan tenaga listrik. “Kalau hujan, kami berhenti dulu,” ujarnya saat ditemui kemarin (28/10).
Pengerjaan atap jadi prioritas supaya bagian dalam aman saat hujan. Perbaikan meliputi pembongkaran atap, penggantian cat, pembuatan jalur khusus disabilitas, serta perbaikan tembok di tiga ruangan dan dua kamar mandi.
Seluruh reng galvalum dan usuk kayu diganti baru. Sementara genteng lama tetap digunakan karena masih layak pakai. Qowim bersama tujuh pekerja lain bekerja setiap hari mulai pukul 08.00–16.00.
Meski cuaca menghambat, ia yakin pengerjaan masih bisa rampung tepat waktu. “Paketnya 90 hari, kemungkinan pengerjaan atap akan tuntas dalam sepekan lagi,” katanya.
Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Masyarakat (Dikmas) Dinas Pendidikan Kota Batu, Farida Anifah, menyebut nilai akhir proyek ini sebesar Rp 188,8 juta. Angkanya ebih kecil dari pagu anggaran awal yakni sebesar Rp 200 juta.
Proyek itu dikerjakan CV Bumi Karya Persada asal Kabupaten Malang. Ruang yang direhabilitasi akan difungsikan sebagai pusat layanan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dan ruang operasional ULD.
Adapun kantor utama ULD akan menempati gedung bekas DPRD di Perumahan Batu Panorama. Farida optimistis pekerjaan bisa selesai lebih cepat dari tenggat maksimal awal Januari 2026 mendatang. “Target kami, Desember sudah rampung,” pungkasnya. (dia/dre)
Editor : A. Nugroho