BATU - Jumlah hotel bintang lima di Kota Batu sebentar lagi akan bertambah. Pasalnya, salah satu investor di bidang properti sedang melakukan pembangunan hotel tersebut di Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Batu. Prosesnya sudah bergulir sejak awal tahun ini.
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Batu Arief As Shiddiq menyebut perizinan pembangunan hotel bintang lima tersebut sudah selesai sejak tahun lalu. Sayangnya, dirinya belum mengetahui target penuntasan pembangunan hotel tersebut.
“Yang jelas secara konsep akan dibuat glamping,” beber Arief. Konsep baru hotel bintang lima itu dinilai akan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Apalagi jumlah hotel bintang lima di Kota Batu masih ada dua saja.
Yakni The Singhasari Hotel and Resort dan Golden Tulip Hotel and Resort. Tentu konsep baru itu akan menjadi nilai tambah untuk bisa menjadi pilihan menginap wisatawan. Dia berharap pembangunannya memberikan efek positif terhadap pertumbuhan ekonomi.
Terpisah, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu Sujud Hariadi menyambut baik penambahan hotel bintang lima baru tersebut. Sebab, Kota Batu cukup sering menerima kunjungan wisatawan mancanegara dan tamu VIP.
Tentu mereka membutuhkan jasa akomodasi yang lebih representatif. “Kalau momen high season, sebagian wisatawan kerap tak kebagian kamar di hotel bintang lima. Alhasil terpaksa menginap hotel lain,” jelasnya.
Kondisi itu membuat pemerintah kehilangan potensi pendapatan daerah dari sektor pajak hotel. Seharusnya, kelengkapan jasa mulai hotel, restoran, dan destinasi wisata menjadi satu paket lengkap. Apalagi, rata-rata okupansi hotel bintang lima juga cukup tinggi.
“Okupansi hotel bintang lima rata-rata 50 persen,” ujarnya. Dengan standar luas kamar minimal 26 meter persegi. Selain itu, juga dilengkapi lima kamar suites dengan luas minimal 52 meter persegi. Termasuk penyediaan restoran, bar, kolam renang, dan tempat rekreasi. (ori/dre)
Editor : A. Nugroho