Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Peragakan Busana Wastra, 20 Model Catwalk di Atas Sungai Coban Putri

Fajar Andre Setiawan • Jumat, 3 Oktober 2025 | 16:49 WIB
MEMUKAU: Salah seorang model memperagakan busana batik dalam Fashion on the River di Coban Putri kemarin (2/10).
MEMUKAU: Salah seorang model memperagakan busana batik dalam Fashion on the River di Coban Putri kemarin (2/10).

BATU - Sebanyak 20 model memperagakan busana batik dalam acara Fashion on the River di Coban Putri kemarin (2/10). Event tersebut digelar untuk memperingati Hari Batik Nasional. Peragaan busana batik tersebut tampak spesial lantaran model tak melenggang di red carpet. Melainkan dipamerkan di bawah keindahan air terjun Coban Putri.

Panggung utama di-setting di tengah sungai. Pembawa acara akan memaparkan setiap busan batik yang dibawakan tiap model. Semua busana batik yang diperagakan mengangkat berbagai potensi unggulan Kota Batu. Seperti Kampung Tempe Beji, Candi Songgoriti, Paralayang, dan sebagainya.

Kepala Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu Onny Ardianto mengatakan ada yang berbeda dalam pelaksanaan fashion show tahun ini. Sebab, peringatan hari batik tidak hanya dilakukan dengan peragaan busana batik saja. Namun, juga memperlombakan desain dan motif yang dibuat para desainer. 

“Animo para desainer tahun ini cukup tinggi. Kami menerima sebanyak 43 pendaftar,” ungkapnya. Karya puluhan desainer itu dilakukan kurasi secara internal. Mulai dari penilaian padu padan warna, filosofi, hingga model busana yang didesain melalui tes wawancara. Akhirnya, terpilih 20 besar finalis Fashion on the River.

“Sebanyak 20 finalis itulah yang tampil hari ini (kemarin). Kemudian akan dipilih 3 desainer terbaik,” jelasnya. Peserta ajang peragaan busana batik itu tidak hanya diikuti desainer dari Kota Batu saja. Namun, juga diikuti desainer dari berbagai daerah. Mulai dari Kabupaten Lumajang, Blitar, Jombang, dan beberapa kota di Jawa Tengah.

Itu artinya, wastra khas Kota Batu semakin dikenal di berbagai daerah. Lokasi fashion show tahun ini juga berbeda dengan 2024 lalu. Event serupa digelar di Coban Talun pada tahun lalu. Pergantian lokasi sekaligus bertujuan mengenalkan aneka destinasi wisata kepada peserta dan penonton.“Wisata alam akan berkolaborasi dengan ekonomi kreatif,” tegasnya.

Lebih lanjut, Wali Kota Batu Nurochman menyampaikan eksistensi wastra didorong untuk terus berkembang. Salah satunya melalui ajang peragaan busana tersebut. Dia menarget wastra agar bisa diminati pasar nasional. “Ajang kolaborasi ini merupakan suatu bentuk komitmen dukungan kemajuan sektor ekraf dan daya tarik wisata,” pungkasnya. (ori/dre)

Editor : A. Nugroho