BATU - Ada tiga keluhan yang disampaikan sopir angkot kepada Wali Kota Batu Nurochman dalam forum audiensi di Rumah Dinas Wali Kota yang digelar pada Sabtu malam lalu (20/9). Yakni terkait operasional Bus Trans Jatim, sepinya penumpang, dan lemahnya pengawasan Pemerintah Kota (Pemkot) Batu dalam operasional angkot.
Salah seorang sopir angkot, David Ramadhan sepinya penumpang menjadi topik utama dalam forum tersebut. Dia mengaku khawatir kondisi itu akan diperparah dengan operasionalnya Bus Trans Jatim. “Kami meminta rencana itu dikaji ulang agar tak ada yang saling rebutan penumpang,” ungkapnya.
Selain itu, kemunculan angkutan umum baru seperti odong-odong pada siang hari juga dinilai turut menggerus eksistensi angkot sebagai moda transportasi masyarakat. Pasalnya, angkutan tersebut bisa mengangkut jumlah penumpang yang banyak dan melewati jalur angkot. Itulah yang membuat angkot semakin sepi peminat.
“Seharusnya odong-odong tidak boleh beroperasi pada siang hari. Kami butuh ketegasan dari pemerintah untuk hal ini,” tegasnya. David menilai pengawasan pemerintah di lapangan juga semakin kendor. Hal itu tampak dari sejumlah pelanggaran yang mulai dilakukan sopir angkot termasuk angkutan pelajar (apel) gratis secara terang-terangan.
Misalnya, sopir merokok saat perjalanan. Kedisplinan penjemputan juga mulai teledor. Seperti yang seharusnya dilakukan sebanyak tiga kali tetapi hanya dua kali saja. Itulah salah satu faktor yang menyebabkan apel gratis kerap overload. “Kami berharap pemerintah melakukan pembinaan kepada sopir nakal sekaligus memperketat pengawasan,” imbuh dia.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batu Hendry Suseno memastikan operasional Bus Trans Jatim tidak akan menyerobot penumpang angkot. Sebab, sudah ada larangan pengangkutan penumpang di jalur angkot. Sehingga dia memastikan tidak akan ada gesekan antarjenis moda transportasi umum tersebut.
“Terkait pengawasan kami sudah merencanakan skema baru menggunakan sistem elektronik,” jelas Hendry. Contohnya, sopir apel gratis wajib melaporkan secara berkala jumlah siswa yang diangkut serta jadwal keberangkatan plus kepulangan. Melalui laporan itu, Hendry optimistis pelanggaran sopir bisa ditekan. (ori/dre)
Editor : A. Nugroho