BATU - Realisasi program SMK Kesenian terus digodok Pemerintah Kota (Pemkot) Batu. Satu janji politik Nurochman-Heli Suyanto itu tetap diupayakan menggunakan skema awal. Yakni dengan menambah jurusan baru di SMK negeri yang sudah ada di Kota Batu.
Sebelumnya, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Negeri Kota Batu sempat menolak wacana tersebut. Alasannya, karena terbatasnya kapasitas sekolah baik secara infrastruktur maupun SDM. Termasuk terkait ketersediaan lahan.
Wali Kota Batu Nurochman menyampaikan, masalah tersebut sebenarnya sudah masuk kajian saat perumusan awal program tersebut. Namun, dirinya mengaku tidak perlu banyak khawatir mengenai kapasitas.
“Kalau memang hasil kajian meminta penambahan lahan dan penambahan kelas, tentu kami akan upayakan,” ujarnya. Cak Nur menyebut, tidak seluruh SMK yang ada di Kota Batu dipaksa untuk menambah jurusan kesenian.
Dirinya berfokus untuk memilih beberapa sekolah yang memiliki kecocokan. Seperti di SMKN 3 Batu yang memiliki jurusan Desain Komunikasi Visual, Multimedia, dan Perfilman. “Seni yang akan diwadahi seperti seni rupa hingga seni tari,” katanya.
Sebagai jurusan rintisan, Cak Nur menyebut tidak perlu muluk-muluk untuk menambah sarana dan prasarana (sarpras) yang berlebih. Siswa akan lebih banyak belajar di dalam kelas dan beberapa kali praktik dengan fasilitas yang ada.
Tidak hanya belajar kaidah seni itu sendiri, pria asal Desa Sumberejo itu fokus untuk memberikan muatan lokal mengenai kesenian khas Kota Batu. Khususnya berbagai nilai historis sosial dan kebudayaan yang berkembang hingga sekarang.
Sehingga, para siswa memahami nilai seni dan budaya lokal. Orang nomor satu di lingkungan Pemkot Batu itu menambahkan, juga akan menyisipkan muatan ekonomi kreatif (ekraf) dalam jurusan kesenian yang akan dijalankan nanti.
Dengan begitu, seni yang dibuat tak hanya berkaitan dengan estetika namun memiliki nilai komersil. “Itu selaras dengan wacana pembangunan Batu Artpreneur yang tengah kami usulkan juga,” tandas Cak Nur. (ori/dre)
Editor : A. Nugroho