BATU - Belum semua desa dan kelurahan di Kota Batu memiliki Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, dan Recycle (TPS 3R). Sejauh ini sudah ada 20 desa dan kelurahan yang mampu mengolah sampahnya secara mandiri melalui TPS 3R.
Sedangkan, empat sisanya masih dalam proses aktivasi. Yakni Desa Pesanggrahan, Desa Torongrejo, Desa Bumiaji, dan Kelurahan Ngaglik. Pemerintah Kota (Pemkot) Batu dalam waktu dekat akan segera melakukan pembangunan TPS 3R di sana.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu Dian Fachroni menuturkan pembangunan dan aktivasi TPS 3R di tiap desa dan kelurahan tidak bisa dilakukan sekaligus. Sejak dibangun pada 2023 lalu, aktivasinya dilakukan bertahap.
“Seperti tahun lalu masih 13 TPS 3R yang aktif. Kemudian sekarang sudah 20 titik yang efektif operasional,” ungkapnya. Bahkan, ada beberapa TPS 3R yang mengoptimalkan pengolahan sampah sampai di tingkat dusun.
Dian menyebut untuk pembangunan dan aktivasi satu TPS 3R ada bantuan sebesar Rp 200 juta dari Pemkot Batu. Dana tersebut termasuk untuk membantu operasional dan optimalisasi penanganan sampah.
Kendati begitu, kebutuhan tiap desa berbeda-beda. Sebab, tipografi, kompleksitas masalah, tantangan, potensi, hingga cara pengentasan sampah yang optimal di tiap desa dan kelurahan juga berbeda-beda.
Untuk itu, Dian belum bisa menyebut besaran bantuan yang akan digelontorkan untuk pembangunan empat TPS 3R yang baru. Untuk itu, dia juga sedang melakukan perumusan ulang terkait kebutuhan anggarannya.
“Kami dalam tahap penyusunan roadmap secara mendetail. Saya berharap wacana ini bisa segera terealisasi,” tegas Dian. Meski begitu sejauh ini penangan sampah terus dikebut. Salah satunya dengan membangun empat sel biokomposter dan pembatasan penggunaan plastik di sektor makanan dan minuman (mamin). (ori/dre)
Editor : A. Nugroho