BATU – Angkutan umum Mojokerto-Batu mulai beroperasi kembali sejak Kamis lalu (15/5).
Itu setelah feeder nonekonomi itu terpaksa ngandang selama enam pekan akibat tragedi longsor jalur Pacet-Cangar pada awal April lalu.
Operasional kembali angkutan tersebut berdasarkan rekomendasi BPBD Provinsi Jatim yang tertuang dalam surat nomor 360/1302/208.3/2025 tentang Tindak Lanjut Rencana Operasional Angkutan Mojokerto-Batu.
Baca Juga: 365 Sopir Angkot Kota Batu Berharap BPJS Ketenagakerjaan
Unit Pelaksana Teknis (UPT) Lalu Lintas Angkutan Jalan (UPT LAAJ) Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur langsung meminta pengoperasian kembali armada tersebut setelah menerima surat tersebut.
Kepala Dishub Kota Batu Hendry Suseno mengatakan ada perubahan jadwal pemberangkatan armada antarkota dalam provinsi (AKDP) milik Perusahaan Otobus (PO) Bagong itu.
Tujuannya untuk menyesuaikan dengan kebijakan pembatasan waktu akses jalur Pacet-Cangar, yakni mulai pukul 05.00–18.00.
Itu membuat selisih waktu pemberangkatan menjadi lebih pendek.
Baca Juga: Gaji Sopir Angkutan Pelajar (Apel) Gratis Kota Batu Bakal Dikaji Ulang
“Sehari ada delapan kali pemberangkatan. Jumlahnya sama seperti sebelumnya,” ujarnya.
Yakni pukul 05.30, 06.00, 06.45, 09.15, 12.15, 12.45, 15.45, dan 16.15.
Jarak durasi itu berkurang sebesar 15 menit dari sebelumnya.
Hal itu juga dilakukan sebagai upaya keselamatan para penumpang.
Mengingat jalur tersebut masih dalam status rawan.
Hendry menambahkan lokasi pemberangkatan angkutan tersebut masih sama.
Yakni dari Terminal Mojokerto dan Terminal Batu.
“Kami sudah melakukan ramp check untuk memastikan keamanan armada,” tegasnya.
Lebih lanjut, Staf Dishub Provinsi Jawa Timur Tio Alam Firmansyah mengatakan jumlah armada yang beroperasi masih sama, yakni sebanyak empat unit. (ori/dre)
Editor : A. Nugroho