BATU - Besaran gaji sopir Angkutan Pelajar (Apel) Gratis bakal dikaji ulang.
Itu setelah perwakilan sopir Apel Gratis menyampaikan keluhannya di momen satu tahun operasional pada 4 Mei lalu.
Mereka menilai gaji yang ditetapkan kurang representatif.
Di samping banyak fasilitas yang belum mereka dapatkan juga.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batu Hendry Suseno menyampaikan penetapan gaji sopir Apel Gratis dipastikan sudah melalui kajian.
Sehingga, gaji sebesar Rp 117 ribu per hari yang diberikan dinilai sudah ideal.
Kendati begitu, dia mengaku menerima semua aspirasi yang disampaikan para sopir.
“Coba kami lakukan kajian ulang. Apakah nanti bisa dinaikkan atau melalui skema lainnya,” ujarnya.
Hendry menyebut akan mengevaluasi sistem penggajian secara menyeluruh.
Termasuk ketepatan untuk menyamaratakan gaji sopir di semua jalur.
Bisa jadi skema penggajian akan berubah berbabis jalur.
“Jadi nanti yang rutenya lebih jauh bisa jadi insentifnya lebih besar,” ungkapnya.
Namun, masih kata Hendry, itu hanya gambaran kasar saja.
Lebih lanjut, dia masih akan mengomunikasikan hal itu dengan pihak terkait.
Seperti sopir dan pihak koperasi sebagai pihak ketiga atas kerja sama tersebut.
Terkait sejumlah permintaan yang lain, seperti kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, atribut resmi, dan pengetatan pengawasan, dia menyebut itu menjadi kewajiban koperasi.
Sebab, Pemerintah Kota (Pemkot) Batu bekerja sama dengan koperasi sebagai pihak ketiga atas penyediaan SDM sopir Apel Gratis itu.
“Seharusnya untuk BPJS Ketenagakerjaan dan atribut resmi seperti seragam disediakan koperasi. Kami ini lagi-lagi terbentur masalah anggaran,” imbuhnya.
Kendati begitu, dia akan mengupayakan untuk pengadaan seragam sopir.
Meski dia mengaku tak ada plot anggaran khusus terkait itu.
Namun, menurutnya itu bisa dilakukan dengan skema hibah. (ori/dre)
Editor : A. Nugroho