DPRD Minta Pemkot Petakan Masalah secara Komprehensif
BATU - Pedagang terus mendesak perubahan tata letak atau layout di Pasar Induk Among Tani Batu.
Bahkan, hal itu sudah disampaikan kepada DPRD Kota Batu.
Anggota legislatif meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Batu untuk segera melakukan pemetaan permasalahan di pasar.
Terutama untuk memperoleh gambaran layout yang diinginkan pedagang.
Anggota Komisi B DPRD Kota Batu, Didik Machmud, mengatakan sejauh ini yang paling dikeluhkan adalah jarak antara zona sayur dengan zona daging.
Sebab, pengunjung harus berjalan cukup jauh untuk menuju dua tempat itu.
Padahal selama ini, sayur dan daging seperti kebutuhan yang tak terpisahkan.
“Masyarakat kalau belanja pasti sayur dan daging. Baik daging ayam, sapi, maupun ikan untuk dijadikan lauk,” ungkapnya.
Sehingga, pedagang meminta dua zona tersebut didekatkan.
Didik menyampaikan, zona daging saat ini berada di Blok 7–8.
Sedangkan zona sayur berada di Blok 2–3.
Didik menilai itulah yang menjadi salah satu faktor keengganan masyarakat lokal untuk berbelanja di pasar terbesar se-Indonesia itu.
Dia banyak mendapat keluhan bahwa masyarakat kini lebih memilih belanja di bakul mlijo atau pedagang sayur keliling.
Alasannya, mereka tak perlu jalan jauh-jauh untuk mendapatkan satu paket kebutuhan memasak harian.
Dia menegaskan, carut-marut layout bukan satu-satunya masalah di pasar.
Kendati begitu, Didik meminta masalah itu menjadi prioritas.
Sebab, bersinggungan langsung dengan nasib pedagang di sana.
“Pemkot harus melakukan kajian dan aktif menggelar forum komunikasi dengan pedagang untuk memahami permintaannya,” tandasnya.
Terpisah, Kepala UPT Pasar Induk Among Tani Batu, Gadis Dewi Primandhasari, mengaku telah menampung usulan tersebut.
Dia menilai perubahan layout pasar sangat mungkin dilakukan.
Mengingat dalam aturan pasar SNI, hanya diminta untuk memisahkan zona kering dengan zona basah saja.
”Yang paling memungkinkan yakni memindah zona sayur ke area peracangan yang berada di depan zona daging,” ujarnya.
Meski begitu, itu baru bisa dilakukan setelah serah terima pasar dari pemerintah pusat ke Pemkot Batu.
Selain itu, juga masih diperlukan kajian terhadap dasar hukum yang mengatur pemindahan zona tersebut.
Sementara itu, upaya meningkatkan angka kunjungan pasar juga terus dilakukan, termasuk untuk menyedot animo wisatawan.
Dalam waktu dekat, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Batu akan membangun area parkir bus di sepanjang drainase yang ada di depan pasar.
Kepala PUPR Kota Batu, Alfi Nurhidayat, mengatakan drainase dan trotoar di depan pasar akan dilebarkan 3,5 meter.
Pelebaran itu akan dilakukan sepanjang 700 meter.
“Jadi drainase akan ditutup dan pagar akan dimundurkan sekitar 2,5 meter untuk pembangunan trotoar yang baru,” ujarnya.
Meski ditutup, drainase di sana tak akan kehilangan fungsinya.
Dia akan memasang box culvert sepanjang 225 meter dan sisanya menggunakan u-ditch sepanjang 475 meter.
Sehingga, area parkir bus bisa sejajar dengan jalan.
Anggaran yang digelontorkan untuk itu sebesar Rp2,5 miliar.
“Pengerjaan akan dimulai Mei dan ditargetkan selesai dalam waktu 4 bulan,” ujarnya. (iza/dre)
Editor : Aditya Novrian