BATU - Keberadaan event Car Free Day (CFD) Mbatu Sae benar-benar mendongkrak perekonomian masyarakat.
Apalagi event rutin mingguan itu semakin ramai dikunjungi.
Baik dari warga lokal maupun wisatawan.
Baca Juga: Dibuka Kembali, CFD Among Healthy di Kota Batu Diserbu Wisatawan
Perputaran uang di sana diprediksi tembus Rp 110 juta per hari.
Itu berdasarkan estimasi rata-rata omzet tiap PKL yang mencapai Rp 500 ribu.
Koordinator PKL CFD Mbatu Sae Rudi Syafi’i mengatakan kunjungan CFD lebih ramai dari biasanya kemarin (20/4).
Mengingat libur akhir pekan minggu ini cukup panjang.
Baca Juga: 150 PKL CFD Bakal Ramaikan Pasar Takjil
Itu lantaran tiga hari lalu bertepatan dengan hari libur nasional Jumat Agung.
Tentu momen itu membuat kunjungan wisata ke Kota Batu meningkat.
“Alhamdulillah, semua PKL diserbu pengunjung. Apalagi jajanan yang jual setiap PKL juga berbeda-beda,” ujarnya.
Rudi menyebut bertambahnya jumlah PKL juga membuat CFD semakin bergeliat.
Sebelumnya, jumlah pedagang CFD hanya 200 saja.
Namun, pekan lalu bertambah menjadi 220 PKL.
“Rata-rata omzet mereka per hari sekitar Rp 400-500 ribu,” tutur Rudi.
Sehingga, estimasi perputaran uang di sana mencapai Rp 110 juta.
Dia berharap Pemkot Batu aktif melibatkan PKL di sejumlah event.
Baca Juga: Perdana, Wakil Wali Kota Kunjungi CFD Among Healthy
Dengan begitu, kesejahteraan mereka bisa terus meningkat.
Lebih lanjut, Koordinator CFD Mbatu Sae Andry Yunanto mengatakan ada 40 PKL yang masih antre untuk berjualan di sana.
Namun, mereka masih belum dapat izin.
Andry mengaku masih mencarikan tempatnya.
“Kami akan perketat pengawasan terhadap keaktifan para PKL di sana,” tandasnya. (adv/ori/dre)
Editor : A. Nugroho