BATU - Rencana pengadaan ferris wheel atau bianglala di Alun-Alun Kota Wisata Batu ditunda lagi.
Alasannya adalah Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan APBN dan APBD Tahun Anggaran 2025.
Padahal Pemerintah Kota (Pemkot) Batu sebelumnya sudah optimistis merealisasikannya pada Mei nanti.
Biaya sebesar Rp 6 miliar juga sudah dianggarkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja daerah (APBD) 2025.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu Dian Fachroni menyampaikan salah satu isi Inpres yakni larangan pembangunan proyek infrastruktur yang belum masuk kategori darurat.
Otomatis pembangunan bianglala baru belum bisa dilaksanakan tahun ini.
Dia menyebut pengadaan kemungkinan baru bisa dilakukan tahun depan.
Dian mengaku akan melakukan lelang lebih dulu terhadap aset berupa bianglala yang lama.
“Sebenarnya kami sudah menentukan spesifikasi bianglala yang akan dibangun,” ungkapnya.
Bianglala yang baru nanti dipastikan memiliki spesifikasi yang lebih baik daripada yang lama.
Itu sekaligus sudah tertuang dalam Detail Engineering Design (DED).
Bahkan, anggaran untuk pembuatan DED juga sudah turun sebesar Rp 300 juta.
Dian menyampaikan kebijakan efisiensi tersebut dialihkan ke sejumlah program prioritas wali kota.
Seperti penanganan sampah, pembangunan permodelan big composter di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tlekung, dan pembangunan permodelan rumah kompos.
Rencananya itu mampu menampung sampah organik dari 750-1.000 Kartu Keluarga (KK) di 24 titik.
Nantinya, satu desa akan memiliki satu model rumah kompos.
“Anggaran dari efisiensi juga akan digunakan sosialisasi dan aktivasi gerakan pemilahan sampah,” paparnya. (ori/dre)
Editor : A. Nugroho