BATU - Jumlah pedagang kaki lima (PKL) di Car Free Day (CFD) Mbatu Sae terus bertambah.
Kemarin (13/4), ada 20 PKL baru yang beroperasi di sana.
Itu selaras dengan komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Batu untuk terus memfasilitasi tempat bagi para PKL.
Tujuannya agar mereka tidak berjualan di tempat yang dilarang.
Koordinator CFD Mbatu Sae Kota Batu Andry Yunanto mengatakan 20 PKL baru berasal dari pedagang pasar takjil yang beroperasi selama Ramadan beberapa waktu lalu.
Sehingga, total PKL CFD Mbatu Sae saat ini menjadi 220.
“Masih memungkin untuk menambah sekitar 50 PKL lagi,” ujarnya.
Namun, ada syaratnya.
Yakni kunjungan ke CFD harus terus meningkat.
Dengan begitu, persaingan antarpedagang tak terlalu ketat.
Andry terbuka terhadap PKL yang ingin bergabung.
Calon PKL CFD Mbatu Sae tinggal datang ke kantor Dinas Koperasi, Usah Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskumperindag) Kota Batu untuk melakukan pendaftaran.
“Nanti bisa menemui saya selalu koordinatornya,” imbuhnya.
Dia mengaku terus melakukan upaya untuk meningkatkan kunjungan.
Salah satunya dengan mengundang instruktur senam profesional dan terkenal.
Menurutnya itu bisa mendongkrak angka kunjungan CFD Mbatu Sae.
Sebab, biasanya setiap instruktur senam punya pengikut fanatiknya masing-masing.
Salah seorang pedagang yang baru bergabung, Saiful Azar, 35, mengaku sangat terbantu dengan fasilitas tempat di CFD Mbatu Sae.
Penjual buah kemas itu mengaku bisa mendapatkan omzet yang lumayan.
Padahal baru beberapa jam saja membuka lapak.
“Hari ini saya sudah bisa mengumpulkan sekitar Rp 500-600 ribu,” ujarnya.
Banyaknya wisatawan yang datang juga cukup menguntungkan.
Pasalnya, mereka kerap membeli barang dagangannya dalam jumlah banyak.
“Proses pendaftaran juga sangat mudah. Ini sangat mem bantu Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) pemula seperti saya,” pungkasnya. (adv/iza/dre)
Editor : A. Nugroho