Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Pendirian Koperasi Merah Putih di Kota Batu Mulai Dirancang

Fajar Andre Setiawan • Minggu, 13 April 2025 | 00:11 WIB

Anggota Koperasi Brosem di Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu sedang memproduksi minuman sari apel beberapa waktu lalu (MOH RIZAL/RADAR BATU).
Anggota Koperasi Brosem di Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu sedang memproduksi minuman sari apel beberapa waktu lalu (MOH RIZAL/RADAR BATU).

BATU - Pendataan koperasi di setiap desa di Kota Batu mulai dilakukan.

Itu dalam rangka menyambut rencana pendirian koperasi merah putih yang diiniasi Pemerintah Pusat.

Rencananya setiap desa akan memiliki satu koperasi merah putih.

Baca Juga: Wacana Penyaluran Pupuk Subsidi via Koperasi Disambut Baik Petani Kota Batu

Pemerintah Pusat juga berencana menggelontorkan dana sebanyak Rp 3 miliar untuk tiap koperasi.

Kabid Koperasi Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskumperindag) Kota Batu Muhammad Ghufron Sholihin mengatakan pendataan koperasi dilakukan baik untuk yang masih aktif maupun tidak aktif.

Harapannya, koperasi yang sudah ada akan digunakan sebagai koperasi merah putih.

Sehingga, tidak perlu pendirian baru.

Termasuk untuk yang nonaktif juga akan diaktifkan kembali dan bertransformasi menjadi koperasi merah putih.

Baca Juga: Wawali Kota Batu Klaim Ekonomi Naik Signifikan

“Tapi kami masih menunggu petunjuk teknis (juknis) yang sampai saat ini belum turun. Kami akan pelajari dulu terkait legal hukumnya,” ungkapnya.

Ghufron menyampaikan bentuk koperasi merah putih nantinya ialah koperasi produsen.

Koperasi tersebut diharapkan dapat menyerap hasil produksi komoditas pertanian di Kota Batu.

Sekaligus dalam rangka mendukung ketahanan pangan di masing-masing desa.

Mengingat produksi pertanian di setiap desa berbeda-beda.

Dengan begitu, tiap desa bisa membuat produk turunan dari hasil pertaniannya.

“Misalnya produksi kentang bisa diolah menjadi produk turunan kripik kentang,” ujarnya.

Itulah mengapa pendataan ulang koperasi juga dibarengi dengan asesmen potensi desa.

Tujuannya, agar setiap desa punya diferensiasi produk olahan komoditas tertentu. (iza/dre)

Editor : A. Nugroho
#Ketahanan pangan 2025 #Koperasi Merah Putih #koperasi indonesia #kota batu #produk lokal #ekonomi desa